Strategi Mandom Indonesia TCID Hadapi Tekanan Daya Beli pada Tahun 2026
JAKARTA – PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) menaruh harapan agar performa bisnis di tahun 2026 tetap mengalami kenaikan, walaupun terdapat bayang-bayang tekanan daya beli konsumen serta ketidakpastian geopolitik di tingkat global.
Alia Dewi selaku Corporate Secretary Mandom Indonesia menyampaikan bahwa situasi daya beli masyarakat yang belum pulih secara total masih memberikan dampak terhadap penjualan domestik perseroan pada permulaan tahun ini.
“Kami tetap berharap di tahun 2026 akan ada pertumbuhan kinerja walaupun tekanan daya beli masyarakat di pasar domestik dan kondisi geopolitik global ikut berpengaruh pada pencapaian kinerja,” ungkap Alia sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (12/5).
Alia memaparkan bahwa mengacu pada hasil kinerja kuartal I-2026, angka penjualan domestik perseroan belum menunjukkan kenaikan. Hal ini dikarenakan kondisi konsumsi warga yang masih cenderung tertahan.
Sebagai informasi, nilai penjualan bersih TCID berada di angka Rp 513,65 miliar pada kuartal I-2026, atau mengalami penurunan dibandingkan Rp 551,24 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.
Pada sektor penjualan lokal, angkanya terlihat mengalami penyusutan 13,79%, dari semula Rp 390,65 miliar menjadi Rp 336,74 miliar. Di lain sisi, sektor ekspor mencapai Rp 176,90 miliar atau mengalami kenaikan 15%. “Kami berharap ada perbaikan mulai di kuartal 2-2026,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, TCID juga menemui hambatan berupa kenaikan harga material baku, khususnya pada unsur kemasan plastik. Situasi ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan dinamika harga minyak internasional.
Sebagai upaya pencegahan risiko, saat ini perseroan terus menjalin koordinasi dengan rekan bisnis guna menjaga level kenaikan harga.
Guna mempertahankan tingkat profitabilitas di tengah berbagai tantangan tersebut, Mandom Indonesia akan tetap memberikan perhatian utama pada produk-produk yang bersifat fast moving serta melakukan pemantauan terhadap pergerakan biaya operasional.
Perseroan juga menilai bahwa kanal penjualan digital atau e-commerce masih mempunyai potensi kenaikan yang cukup cerah.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sumbangsih penjualan melalui platform e-commerce terus mengalami peningkatan, meskipun proporsinya terhadap total penjualan keseluruhan masih tergolong kecil.
“Ini menjadi saluran penjualan yang cukup potensial untuk dikembangkan dan bagi kami juga menjadi salah satu fokus kebijakan pengembangan,” terangnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengenai target capaian kinerja tahun ini, Alia belum dapat memaparkan secara detail proyeksi yang ingin dicapai oleh perusahaan. Namun, TCID menaruh harapan agar tren pertumbuhan tetap terjaga hingga penutupan tahun.
Dari aspek investasi, Mandom Indonesia mengestimasi belanja modal atau capex tahun ini tidak akan banyak berubah jika dibandingkan tahun lalu. TCID juga tidak memiliki agenda investasi dalam skala besar untuk tahun 2026.