Breaking

Andalan Incar Pendapatan Rp1,41 Triliun dari Batu Bara dan Nikel

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 19 Mei 2026
Andalan Incar Pendapatan Rp1,41 Triliun dari Batu Bara dan Nikel
Kontraktor jasa pertambangan batu bara dan nikel PT Andalan Artha Primanusa (Sumber Gambar : antaranews.com)

JAKARTA – Perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang jasa pertambangan batu bara serta nikel, PT Andalan Artha Primanusa, memasang target perolehan pendapatan hingga Rp1,41 triliun di tahun 2027. 

Perusahaan ini memproyeksikan laju pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) dapat menyentuh angka 28% sampai tahun 2028. 

Angka pendapatan tersebut diproyeksikan merangkak naik dari posisi Rp949,6 miliar di tahun 2026, berlanjut ke Rp1,41 triliun di tahun 2027, hingga menyentuh target Rp1,55 triliun pada tahun 2028.

Gahari Christine selaku Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa mengungkapkan bahwa pihak perusahaan tengah berkonsentrasi untuk mengawal pertumbuhan yang kuat sekaligus terarah demi memunculkan nilai investasi jangka panjang untuk tiap-tiap pemangku kepentingan. 

Selain itu, Andalan mengambil langkah selektif sewaktu menyepakati kontrak-kontrak kerja yang baru untuk mempertahankan mutu portofolio usaha sekaligus menjamin kelangsungan bisnisnya. 

Penerapan strategi tersebut dianggap mampu memperkokoh pencapaian operasional perseroan kala menghadapi hambatan di sektor tambang, seperti ketidakpastian kondisi geopolitik dunia serta membengkaknya pengeluaran operasional.

“Fokus kami ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur ini demi memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Gahari dalam siaran persnya pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat dari aspek bottom line, Andalan membidik kenaikan EBITDA lewat capaian CAGR 21% hingga menyentuh nilai Rp514,2 miliar di tahun 2028. Sementara itu, untuk perolehan laba bersih diperkirakan ikut meroket dengan CAGR 31% menjadi Rp223,9 miliar dalam jangka waktu yang sama.

Realisasi dari target-target di atas didukung oleh jaminan ketersediaan volume kontrak yang sekarang sedang berjalan, ditambah lagi dengan kebijakan investasi berupa pengadaan unit armada alat berat teranyar guna menekan penggunaan bahan bakar agar lebih hemat dan memacu produktivitas kerja lapangan. 

Pada rentang tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan margin EBITDA di angka 39% lewat perolehan nilai EBITDA sebesar Rp145,4 milar, walau sektor industri sempat terhambat situasi force majeure serta cuaca yang tidak menentu.

Andalan bertumpu pada skema pengerjaan end-to-end mining services yang meliputi rentetan aktivitas dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan penilaian berkala.

Mekanisme operasional ini saling bersinergi sejak fase penjajakan eksplorasi, kegiatan produksi, hingga tahapan reklamasi lahan pascatambang. 

Di samping itu, perseroan pun melebarkan sayapnya dengan mendiversifikasi lini bisnis masuk ke ranah pertambangan nikel usai mendapatkan Letter of Award (LoA) dari pihak PT Position, yang merupakan anggota dari Grup Harum Energy, guna menggarap proyek yang berlokasi di wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara.

Menurut penjelasan dari Gahari, kebutuhan pasar terhadap penyedia jasa kontraktor pertambangan yang dibekali oleh sistem mumpuni, rekam jejak yang menyeluruh, serta tingkat akuntabilitas keuangan yang kuat diproyeksikan bakal terus merangkak naik di tengah ketatnya regulasi mengenai standar efisiensi di tingkat global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua