Breaking

GLOB Fokus Garap Bisnis Pengelolaan Sampah pada Tahun 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 25 Mei 2026
GLOB Fokus Garap Bisnis Pengelolaan Sampah pada Tahun 2026
ilustrasi pengelolaan sampah (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) kian mengukuhkan langkah transformasi bisnisnya menuju sektor ekonomi hijau, terutama lewat ekspansi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Strategi tersebut menjadi bagian dari rencana pertumbuhan jangka panjang emiten pada tahun ini.

Anak perusahaan dari PT Trikomsel Tbk ini mulai memusatkan pengembangan pada proyek Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) yang produksinya sudah berjalan sejak akhir tahun lalu.

Direktur Utama PT Globe Kita Terang Tbk, Sugiono Wiyono, memastikan bahwa inovasi tersebut diproyeksikan mampu menjadi salah satu penggerak baru bagi pertumbuhan perusahaan, di tengah tingginya permintaan atas solusi tata kelola limbah modern di tanah air.

Melalui penguatan lini bisnis tersebut, GLOB membidik pengembangan ekonomi hijau sebagai pilar fundamental bagi ekspansi usaha ke depannya. 

Manajemen menilai, sektor pengelolaan sampah mempunyai prospek yang kian cerah sejalan dengan terus bertambahnya volume limbah domestik maupun industri.

Sugiono menerangkan bahwa inovasi teknologi TOSS dipersiapkan guna memproses sampah organik serta anorganik dengan lebih efektif, sehingga mampu menawarkan solusi berkelanjutan untuk beragam wilayah dan dunia industri, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"Inisiatif TOSS ini yang kami harapkan akan bisa menjadi penyumbang atau kontributor revenue perusahaan di tahun 2026 ini," ujarnya dalam paparan publik virtual, pekan lalu.

Demi mengakselerasi perluasan bisnis tersebut, GLOB sekarang ini sedang berupaya memperoleh suntikan dana segar, baik untuk keperluan belanja modal (capital expenditure/capex) ataupun modal kerja (working capital). Korporasi membuka kesempatan pendanaan lewat bermacam skema, termasuk kolaborasi bersama mitra strategis. 

Upaya ini ditempuh supaya implementasi teknologi TOSS bisa dijangkau oleh lebih banyak daerah serta sektor usaha, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"GLOB sedang berfokus untuk mendapatkan peluang pendanaan, baik melalui pendanaan langsung maupun ber-partner (kerja sama) dengan pihak ketiga, sehingga bisa menyebarkan teknologi TOSS ini kepada banyak area dan perusahaan," kata Sugiono.

Ia mengimbuhkan bahwa bermacam capaian dari proyek percontohan bakal terus digulirkan dan dioptimalkan. Targetnya ialah agar sistem teknologi TOSS bisa diterapkan dalam volume yang lebih masif serta mendatangkan efek positif bagi ekonomi maupun lingkungan secara lebih luas.

Di samping mencurahkan perhatian pada pengelolaan limbah, GLOB pun tetap menjaga keberlangsungan bisnis ekosistem kopi sebagai salah satu penopang usaha utama. Sepanjang tahun 2025, lini mesin kopi dilaporkan memberikan kontribusi sebesar 41,85% bagi keseluruhan pendapatan perseroan. 

Besaran kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa sektor ini masih menjadi salah satu pilar utama bagi performa keuangan GLOB. 

Manajemen mengungkapkan bahwa segmen mesin kopi bakal terus dioptimalkan demi memenuhi keperluan pasar rumah tangga hingga area perkantoran skala kecil. Guna menyokong pertumbuhan itu, GLOB juga memperkokoh rantai pasok lewat peningkatan kemitraan dengan para pemasok lokal.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua