Breaking

KEEN Bidik Laba Naik 84,8 Persen pada 2026, Ini Strateginya

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 26 Mei 2026
KEEN Bidik Laba Naik 84,8 Persen pada 2026, Ini Strateginya
ILUSTRASI, Prospek PT Kencana Energi Lestari (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) memiliki optimisme tinggi untuk mampu mengerek pendapatan beserta laba mereka di tahun 2026. Perusahaan yang bergerak pada bidang bisnis pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ini pun tengah mempersiapkan taktik ekspansi demi menambah kapasitas serta meluncurkan proyek-proyek anyar.

Corporate Secretary Kencana Energi Lestari, Diana Limardi, memaparkan bahwa KEEN tengah mengejar perolehan laba hingga menyentuh US$ 16,8 juta di tahun 2026. 

Angka yang menjadi target tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan sebesar 84,81% jika disandingkan dengan perolehan laba tahun berjalan KEEN di tahun 2025 yang mencatatkan angka US$ 9,09 juta.

Selaras dengan hal itu, KEEN juga membidik pertumbuhan pada pos pendapatan sekitar 70,7%, yakni dari US$ 34,33 juta di tahun 2025 menjadi sebesar US$ 58,6 juta pada tahun ini. 

Kelak, salah satu aspek yang akan mengatrol performa kinerja KEEN yaitu beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling yang mempunyai kapasitas daya mencapai 10 Megawatt (MW).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Untuk tahun 2026 tambahan kapasitas pembangkit KEEN adalah 10 MW yang berasal dari PLTM Salu Noling yang ditargetkan selesai konstruksi dan dapat COD (beroperasi secara komersial) pada kuartal II-2026," kata Diana, Senin (25/5/2026).

Apabila PLTM Salu Noling sudah resmi beroperasi, maka total kapasitas terpasang dari pembangkit yang dimiliki KEEN bakal menyentuh 79,5 MW. Sebagai tolok ukur komparasi, jumlah kapasitas KEEN sepanjang tahun 2025 yaitu sebesar 69,5 MW yang meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Diana menegaskan bahwa KEEN akan terus menggulirkan aksi ekspansi guna menambah kapasitas pembangkit listriknya. Demi menyokong rencana kerja serta langkah ekspansi pada tahun ini, KEEN mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) bernilai US$ 19,5 juta.

Ekspansi Proyek Pembangkit Baru

Melihat dari sudut pandang ekspansi, tindakan paling baru dari KEEN ialah memenangkan proses tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2 yang diadakan oleh PT PLN (Persero). Penetapan KEEN selaku pemenang tender tersebut secara resmi dituangkan lewat Letter of Intent (LOI) dari pihak PLN tertanggal 11 Mei 2026.

Proyek untuk PLTA Pakkat 2 ini mempunyai kapasitas daya sebesar 45 MW. Infrastruktur pembangkit listrik yang mengambil lokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini nantinya bakal menjadi proyek milik KEEN dengan kapasitas paling besar sampai saat ini.

Pihak KEEN mengkalkulasikan bahwa PLTA Pakkat 2 memerlukan dana investasi berkisar US$ 116 juta, di mana masa pembangunannya ditargetkan memakan waktu sekitar empat tahun. 

Pada saat ini, KEEN tengah berada dalam fase penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama dengan PLN sebelum melangkah ke fase konstruksi fisik.

Begitu PPA selesai ditandatangani, proyek ini selanjutnya akan melangkah ke tahapan financial closing yang mana berdasarkan ketentuan PPA memiliki target selama satu tahun. 

Sementara itu, asupan sumber pendanaan bagi proyek PLTA Pakkat 2 bakal diperoleh melalui pinjaman perbankan dengan porsi kisaran 70%-80%, serta 20%-30% memanfaatkan kas internal KEEN.

Langkah ekspansi yang dilakukan KEEN nyatanya tidak mandek di proyek PLTA Pakkat 2 saja. Diana menguraikan, KEEN juga telah turut serta dalam proses tender PLTA Salu Uro yang berkapasitas daya 95 MW. Tahapannya kini masih dalam fase persiapan penandatanganan berkas PPA bersama PLN.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "KEEN juga telah mengikuti proses tender pembangkit EBT lainnya yang saat ini masih menunggu penetapan pemenang tender," ujar Diana.

Bukan hanya itu, KEEN pun tengah dalam masa konstruksi bangunan PLTS Tobelo yang mengambil lokasi di wilayah Halmahera. Proyek tersebut dipatok dapat merampungkan masa konstruksinya pada kuartal I-2027 mendatang.

Diana menyebutkan, PLTS bakal menjelma sebagai salah satu pilar penopang pertumbuhan KEEN untuk masa depan. Terhitung sejak tahun 2023, KEEN sudah membekali diri agar mempunyai kapabilitas sekaligus pengalaman dalam menggarap proyek PLTS, yaitu lewat langkah membangun serta mengoperasikan pilot project PLTS Tempilang yang berada di Bangka Belitung.

KEEN menilai bahwa prospek serta peta jalan ekspansi pada sektor energi surya ini akan berjalan beriringan dengan target dari pemerintah yang berkeinginan mendirikan PLTS dengan kapasitas total menyentuh 100 Gigawatt (GW). KEEN pun tidak mau ketinggalan untuk mengincar peluang emas dari proyek skala mega tersebut.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "KEEN bersemangat untuk mengikuti tender-tender PLTS yang diadakan oleh PLN dan selalu mengikuti perkembangan teknologi PLTS. Sehingga peluang pengembangan PLTS yang diikuti oleh KEEN dapat diraih, dan PLTS yang dikembangkan dapat berproduksi dengan seefektif dan sefisien mungkin," tandas Diana.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua