Breaking

Faktor yang Memengaruhi Kinerja Unitlink Versi Tokio Marine Life

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Faktor yang Memengaruhi Kinerja Unitlink Versi Tokio Marine Life
ILUSTRASI, Gedung PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menjabarkan beberapa aspek yang dapat memberikan dampak terhadap pergerakan kinerja unitlink di tahun ini.

Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono menjelaskan bahwa salah satu aspek tersebut ialah pergerakan suku bunga secara global maupun domestik, kondisi geopolitik yang tidak menentu, hingga tekanan ekonomi pada nilai tukar Rupiah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Ditambah, potensi perlambatan ekonomi global yang dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar keuangan," katanya, Jumat (12/6/2026).

Kornelis kemudian menambahkan bahwa peningkatan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang baru-baru ini menyentuh angka 5,50% turut menjadi petunjuk bahwa stabilitas nilai tukar serta pengaturan arus modal tetap menjadi fokus utama di kala situasi global dipenuhi ketidakpastian.

Di samping aspek eksternal, ia menjelaskan bahwa pasar dalam negeri pun bakal dipengaruhi oleh situasi likuiditas, tren kebijakan moneter, iklim fiskal, serta laju pertumbuhan ekonomi domestik.

Walaupun dihadapkan pada berbagai tantangan itu, Kornelis menyebutkan bahwa pihak mereka masih melihat adanya peluang investasi yang prospektif, terutama untuk para penanam modal yang menerapkan strategi jangka panjang secara disiplin.

Oleh sebab itu, ia menerangkan bahwa Tokio Marine Life senantiasa mengingatkan pentingnya langkah diversifikasi dan penempatan aset yang disesuaikan pada profil risiko serta target finansial dari para nasabah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Hal itu diperlukan agar portofolio investasi dapat lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi pasar," ungkapnya.

Selain melakukan diversifikasi pada kategori aset, Kornelis memaparkan bahwa para penanam modal pun bisa mempertimbangkan langkah diversifikasi dari aspek mata uang yang diinvestasikan.

Pada situasi pasar yang masih terimbas oleh dinamika global serta fluktuasi nilai tukar, ia menyatakan bahwa sebagian investor kini mulai melirik pilihan alternatif yang dapat membantu menjaga nilai daya beli aset sekalian menyokong target finansial jangka panjang.

Kornelis menilai bahwa mata uang dolar AS masih menempati posisi sebagai salah satu mata uang utama pada sektor perdagangan dan investasi dunia. 

Karena hal itu, ia menuturkan bahwa menaruh sebagian portofolio dalam denominasi dolar AS bisa menjadi salah satu taktik diversifikasi guna menekan ketergantungan terhadap satu mata uang, sekaligus menyuguhkan keluwesan yang lebih besar dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang.

Untuk mengakomodasi keperluan tersebut, Kornelis memaparkan bahwa Tokio Marine Life turut menghadirkan opsi seperti TM Global SavePro, ialah sebuah produk dengan denominasi dolar AS yang menyajikan manfaat proteksi jiwa sekaligus peluang peningkatan nilai tunai dalam bentuk mata uang US$.

Melalui metode tersebut, ia mengutarakan bahwa nasabah tidak sekadar mendapatkan keuntungan dari diversifikasi mata uang, tetapi juga bisa mengoptimalkan peluang kenaikan nilai aset jangka panjang tanpa perlu melewati risiko konversi mata uang secara berulang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Pada akhirnya, strategi investasi yang tepat perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan perlindungan, profil risiko, serta jangka waktu investasi masing-masing nasabah," kata Kornelis.

Dalam situasi pasar yang terus bergerak dinamis, Kornelis pun mengutarakan bahwa atensi utama penanam modal semestinya tetap tertuju pada pemenuhan target finansial jangka panjang, bukan semata fokus kepada naik turunnya pasar dalam jangka pendek.

Ia mengungkapkan bahwa penyaringan instrumen yang selaras dengan profil risiko serta ketekunan dalam menginvestasikan dana tetap menjadi aspek krusial dalam menyusun portofolio yang prima dan berkelanjutan.

Sebagai informasi tambahan, merujuk pada data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink yang berbasis saham mengalami penurunan paling dalam, yaitu mencapai 8,76% hingga Mei 2026.

Performa unitlink yang berbasis campuran pun turut merosot tajam, di mana rata-rata return mencatatkan kontraksi sebesar 6,17% hingga Mei 2026.

Sementara itu, unitlink pendapatan tetap juga mencatatkan penurunan pada rata-rata return sebesar 0,88% hingga Mei 2026.

Hanya instrumen unitlink berbasis pasar uang yang sanggup membukukan performa positif, dengan perolehan rata-rata return di angka 1,31% hingga Mei 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua