Breaking

Anak Usaha GEMS Raih Kredit Rp 5,5 Triliun dari Bank Mandiri

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Anak Usaha GEMS Raih Kredit Rp 5,5 Triliun dari Bank Mandiri
ILUSTRASI, PT Golden Energy Mines Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mendapatkan tambahan fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai total mencapai Rp 5,5 triliun demi menyokong kebutuhan modal kerja serta operasional entitas anak usahanya.

Merujuk pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kucuran fasilitas kredit tersebut disalurkan kepada PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL), yang berstatus sebagai anak usaha langsung maupun tidak langsung dari perseroan.

Lewat kesepakatan tersebut, Bank Mandiri menyediakan fasilitas pinjaman melalui skema revolving, committed, serta advised. Rincian batas fasilitas kredit yang dikucurkan untuk BIB menyentuh Rp 5 triliun, sementara BSL mendapatkan fasilitas dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

“Jangka waktu fasilitas kredit tersebut berlaku selama satu tahun sejak penandatanganan perjanjian fasilitas kredit,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Minggu (14/6/2026).

Pihak perseroan mengonfirmasi bahwa keseluruhan fasilitas pinjaman ini bakal dimanfaatkan untuk menyokong kebutuhan modal kerja sekaligus operasional perusahaan. 

Manajemen GEMS berpandangan bahwa suntikan fasilitas kredit tersebut bakal membawa efek positif bagi aktivitas operasional maupun situasi finansial perseroan.

“Tambahan fasilitas modal kerja ini akan mendukung pertumbuhan dan kinerja operasional serta berdampak positif terhadap kelangsungan usaha perseroan,” tulis manajemen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk diketahui, PT Borneo Indobara ialah salah satu entitas inti dari Golden Energy Mines yang beroperasi pada bidang pertambangan batubara. 

Di sisi lain, pemberian fasilitas kredit bernilai jumbo dari Bank Mandiri ini dilakukan saat kebutuhan pendanaan di industri pertambangan masih terhitung tinggi demi menopang operasional serta ekspansi bisnis di tengah gejolak harga komoditas dunia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua