Breaking

Emiten Peternakan JPFA Incar Dana Obligasi Rp500 Miliar

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Emiten Peternakan JPFA Incar Dana Obligasi Rp500 Miliar
ILUSTRASI, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Emiten di bidang peternakan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) saat ini sedang melaksanakan masa penawaran awal untuk surat utang dengan nilai nominal mencapai Rp500 miliar.

Berdasarkan informasi dari prospektus yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, langkah penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Japfa, yang menargetkan total penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun. 

Pada emisi tahap pertama, target dana yang ingin diraih oleh Japfa adalah sebesar Rp500 miliar. Surat utang tersebut bakal ditawarkan dalam pilihan tenor 3 dan 5 tahun. Kendati demikian, tingkat imbal hasil awal yang ditawarkan oleh pihak Japfa masih belum diumumkan secara pasti.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan atas nama KSEI, sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai pokok obligasi dan terdiri dari 2 seri,” tulis manajemen dalam prospektusnya.

Seluruh dana segar yang didapatkan dari penerbitan obligasi tahap pertama ini, setelah dikurangi ongkos emisi, akan dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok utang fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). 

Untuk penerbitan pada tahap selanjutnya, Japfa berencana memakai dana hasil emisi untuk langkah refinancing atas pinjaman perusahaan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan nilai outstanding mencapai Rp2,15 triliun, serta PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) sebesar US$49,95 juta. 

Sisa dana dari penerbitan tahap kedua tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perusahaan.

Pada penerbitan tahap I ini, pembayaran bunga obligasi akan dilakukan oleh Japfa setiap tiga bulan sekali, yang dihitung dari tanggal emisi dan diselaraskan dengan tanggal pembayaran bunga.

Untuk pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 7 Oktober 2026, sedangkan pembayaran bunga terakhir akan jatuh tempo masing-masing pada 7 Juli 2029 dan 7 Juli 2031.

Dalam rangka PUB obligasi Tahap III ini, instrumen utang milik Japfa telah mengantongi peringkat A+ atau single A plus dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia.

Sementara itu, mengacu pada laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit, realisasi penjualan neto JPFA bertumbuh hingga Rp60,71 triliun, atau naik sebesar 8,8% year-on-year (YoY) jika dibandingkan perolehan tahun 2024 yang senilai Rp55,8 triliun.

Pencapaian penjualan neto tersebut disumbang oleh sektor peternakan komersial senilai Rp24,51 triliun, bisnis pakan ternak Rp15,78 triliun, sektor pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp10,64 triliun, bidang budidaya perairan Rp5,13 triliun, pembibitan unggas Rp3,54 triliun, serta lini perdagangan dan lain-lain Rp2,3 triliun, yang kemudian dikurangi dengan potongan penjualan sebesar Rp1,21 triliun.

Di sepanjang tahun 2025, JPFA juga mencatatkan adanya kenaikan pada beban pokok penjualan menjadi Rp47,52 triliun, dari posisi sebelumnya sebesar Rp44,58 triliun pada tahun 2024. 

Walau begitu, raihan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Japfa atau laba bersih mampu menyentuh angka Rp4 triliun pada tahun 2025, atau tumbuh sebesar 32,63% YoY dari posisi Rp3,01 triliun pada tahun 2024.

Melihat kondisi neraca keuangan perusahaan, Japfa berhasil memangkas nominal liabilitas secara year to date (YtD), kendati secara total aset perusahaan mengalami sedikit penyusutan. Selama triwulan pertama tahun 2025, liabilitas jangka pendek JPFA terpangkas 32,2% YtD menjadi sebesar Rp11,20 triliun. 

Di sisi lain, liabilitas jangka panjang justru terkerek naik 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun. Secara total, liabilitas JPFA bertengger di angka Rp17,31 triliun atau mengalami penurunan sebesar 13,6% YoY.

Untuk total ekuitas perusahaan terpantau menguat hingga 10% YtD menjadi Rp22,02 triliun. Berdasarkan rincian tersebut, total aset yang berhasil dibukukan oleh JPFA pada tiga bulan pertama tahun 2026 adalah sebesar Rp39,33 triliun, alias terkoreksi tipis 1,8% YtD.

Manajemen memaparkan bahwa faktor risiko utama yang dihadapi oleh perusahaan dalam aksi korporasi ini mencakup risiko nilai tukar mata uang, tingkat inflasi, risiko pada proses produksi, serta ketersediaan sekaligus pergerakan harga komoditas untuk bahan baku.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Risiko lain yang mungkin dihadapi investor pembeli obligasi ini adalah tidak likuidnya obligasi yang ditawarkan dalam penawaran umum ini yang antara lain disebabkan tujuan pembelian obligasi sebagai investasi jangka panjang,” katanya.

Surat utang ini ke depannya akan didaftarkan di Bursa Efek Indonesia. Adapun pihak yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini di antaranya adalah PT Sucor Sekuritas serta PT Mandiri Sekuritas. Sementara untuk pihak penjamin emisi obligasi akan diputuskan di kemudian hari.

Jadwal Lengkap Penerbitan Obligasi JPFA:

Masa Penawaran Awal: 15 – 22 Juni 2026

Tanggal Efektif: 29 Juni 2026

Masa Penawaran Umum: 30 Juni – 1 Juli 2026

Tanggal Penjatahan: 3 Juli 2026

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 7 Juli 2026

Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik: 7 Juli 2026

Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 8 Juli 2026

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua