Breaking

Harga Emas Antam dan Emas Dunia Kompak Turun Hari Ini

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 20 Juli 2026
Harga Emas Antam dan Emas Dunia Kompak Turun Hari Ini
Ilustrasi emas antam (Sumber : NET)

JAKARTA – Harga emas Logam Mulia keluaran PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan penurunan pada perdagangan hari ini.

Pada Senin (20/7/2026), harga emas Antam dipatok Rp 2.610.000/gram, yang berarti melemah Rp 4.000 dari posisi hari sebelumnya.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) yang ditetapkan Antam berada di angka Rp 2.341.000 setelah terpangkas Rp 8.000 dibanding kemarin.

Di sisi lain, harga emas di pasar internasional juga bergerak turun pada perdagangan pagi ini, melanjutkan koreksi yang telah terjadi sejak pekan lalu.

Pada pukul 07:31 WIB, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 0,43 persen ke posisi US$ 3.999,7/troy ons, setelah sepanjang pekan lalu melemah 2,53 persen secara point-to-point.

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya bentrokan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menjadi faktor yang menekan pergerakan harga emas.

AS dilaporkan menyerang wilayah selatan Iran hingga merusak enam jembatan dan menyerang Kota Bushehr, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS yang berada di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Oman.

Konflik tersebut memicu kenaikan harga minyak, di mana harga minyak jenis brent sempat meroket hampir 16 persen pada pekan lalu.

Kenaikan harga energi yang berlanjut mengancam dunia dengan lonjakan inflasi, yang kemungkinan akan direspons bank sentral melalui pengetatan kebijakan moneter.

“Eskalasi akan membuat proyeksi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) terus ada,” ujar Ryan McKay, Senior Commodity Strategist TD Securities, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada bulan ini tercatat sebesar 14,4 persen.

Namun, untuk rapat pada bulan September, peluang kenaikan suku bunga tersebut sudah mencapai 53,5 persen.

Karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga berada di level tinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua