Breaking

Valuasi Murah dan Dividen Tinggi, JPMorgan Optimistis pada BBRI

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 21 Juli 2026
Valuasi Murah dan Dividen Tinggi, JPMorgan Optimistis pada BBRI
Ilustrasi Dividend yield BBRI diproyeksikan mencapai 13,2 persen pada 2028, menarik bagi investor dividen. (sumber foto: NET)

JAKARTA - JPMorgan menaikkan peringkat saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dari Underweight menjadi Overweight dengan target harga Rp3.400 per saham hingga Juni 2027. Keputusan ini mencerminkan optimisme terhadap fundamental bisnis mikro BRI yang dinilai lebih solid dibanding tekanan makroekonomi.

Dalam laporan riset ekuitas bertajuk Micro trumps macro; tactical upgrade to OW yang terbit 19 Juli 2026, JPMorgan menyoroti perbaikan kualitas aset di segmen mikro. BRI memperketat proses underwriting, memperbaiki penagihan, serta menurunkan rasio debitur mikro per petugas kredit dari 528 menjadi 456, dengan target mendekati 400 debitur per petugas. Langkah ini memungkinkan pemantauan lebih intensif dan menekan biaya kredit.

JPMorgan juga menilai program pemerintah seperti makan bergizi gratis dan pembentukan koperasi memberi efek rembesan positif bagi arus kas nasabah akar rumput. Subsidi energi turut membatasi tekanan arus kas segmen mikro dan pedesaan.

Dari sisi valuasi, saham BBRI pada harga Rp2.970 per 17 Juli 2026 diperdagangkan pada rasio 7,3 kali PE dan 1,31 kali PB, jauh di bawah rata-rata historis. Target harga Rp3.400 dihitung dengan metode Dividend Discount Model (DDM), memberikan potensi kenaikan sekitar 14 persen ditambah imbal hasil dividen.

Dividen menjadi daya tarik utama. JPMorgan memproyeksikan dividend yield BBRI mencapai 11,3 persen pada 2026, naik ke 12,0 persen pada 2027, dan 13,2 persen pada 2028, menjadikan BBRI salah satu saham dividen play terkuat di bursa domestik.

Proyeksi laba bersih BBRI juga tetap kokoh, diperkirakan Rp54,7 triliun pada 2026, naik ke Rp58,3 triliun pada 2027, dan Rp64,0 triliun pada 2028. Rasio RoE diproyeksikan meningkat dari 16,8 persen ke 18,9 persen, sementara CAR tetap tebal di 22,7 persen.

Meski ada risiko kompresi margin bunga bersih (NIM) dan proyeksi laba di bawah konsensus pasar, JPMorgan menilai sebagian besar risiko sudah tercermin dalam harga saham yang terdiskon. Dengan kombinasi kualitas aset mikro yang membaik, dukungan program pemerintah, valuasi murah, serta dividen tinggi, BBRI kembali menarik bagi investor global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua