Breaking

Pakar Ramal Harga Emas Dunia Berpeluang Melejit ke Level US$ 4.329

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 22 Juli 2026
Pakar Ramal Harga Emas Dunia Berpeluang Melejit ke Level US$ 4.329
Ilustrasi Emas Dunia (sumber foto : NET)

JAKARTA – Harga emas dunia diprediksi masih memiliki peluang untuk meneruskan tren penguatannya pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, berpandangan bahwa perpaduan sinyal teknikal yang kian positif serta dorongan sentimen fundamental global membuka ruang bagi emas untuk melaju ke level yang lebih tinggi.

Harga emas hari ini terpantau melonjak 1,21% ke posisi US$ 4.127,26 per ons troi saat artikel ini ditulis.

Walaupun pasar diperkirakan bakal bergerak fluktuatif menjelang perilisan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), peluang kenaikan harga emas dinilai tetap terbuka selama mampu berada di atas area support utama.

Menurut Geraldo, pergerakan emas pada grafik harian mulai memperlihatkan pergeseran struktur ke arah tren bullish usai sebelumnya berada dalam tekanan bearish. Sinyal tersebut tampak dari terbentuknya pola double bottom, yang umumnya menjadi indikasi berakhirnya tren penurunan dan dimulainya fase penguatan baru.

"Pola ini menunjukkan minat beli mulai meningkat sehingga peluang kenaikan emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan masih cukup besar," ujar Geraldo dalam risetnya,, Rabu (22/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, Geraldo menambahkan bahwa emas juga sukses menembus moving average (MA) 21 yang sebelumnya bertindak sebagai dynamic resistance. Keberhasilan melewati level tersebut menjadi petunjuk bahwa tekanan jual mulai menyurut dan pembeli mulai mendominasi pasar.

Usai berhasil dilewati, Geraldo menjelaskan bahwa MA 21 saat ini diproyeksikan berganti fungsi menjadi dynamic support yang sanggup menopang harga jika terjadi koreksi jangka pendek. “Selama harga emas mampu bertahan di atas level US$ 4.060 per ons troi, tren penguatan masih berpotensi berlanjut,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Level tersebut menjadi area support krusial yang bakal menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila sanggup bertahan, harga emas diperkirakan berpeluang menguji resistance di level US$ 4.201 per ons troi. “Apabila momentum beli terus menguat dan resistance tersebut berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya berada di kisaran US$ 4.329 per ons troi,” tambah Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Indikator teknikal lainnya turut memberikan sinyal positif. Stochastic Oscillator terus bergerak naik menuju area overbought, mengindikasikan momentum beli masih cukup kuat kendati mulai memasuki fase jenuh beli.

Kendati demikian, Geraldo mengingatkan para investor untuk tetap mengantisipasi potensi aksi ambil untung (profit taking) saat harga mulai mendekati area resistance US$ 4.201 per ons troi hingga US$ 4.329 per ons troi.

"Koreksi merupakan hal yang wajar dalam tren naik dan belum tentu mengubah arah utama pergerakan harga. Investor sebaiknya menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sudut pandang fundamental, Dupoin Futures menilai prospek emas masih ditopang oleh tingginya minat investor pada aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi serta geopolitik global. Di samping itu, fokus pasar juga masih tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut Geraldo, apabila data ekonomi AS memperlihatkan perlambatan atau tingkat inflasi kian melandai, peluang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya akan semakin terbuka. Situasi tersebut berpotensi menekan penguatan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), dua faktor yang secara historis menjadi pendorong positif bagi harga emas.

Malahan, lanjut Geraldo, bila data ekonomi AS seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), maupun keputusan suku bunga The Fed menunjukkan hasil yang lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat memicu aksi profit taking pada emas.

Secara keseluruhan, Geraldo menilai prospek harga emas masih cenderung positif. Selama emas bertahan di atas level US$ 4.060 per ons troi, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju US$ 4.201 per ons troi hingga US$ 4.329 per ons troi dinilai masih terbuka.

“Namun, investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi AS serta dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas,” tutup Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua