Breaking

Cadangan Emas Rusia Turun 43,5 Ton sejak Awal Tahun 2026

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 22 Juli 2026
Cadangan Emas Rusia Turun 43,5 Ton sejak Awal Tahun 2026
Ilustrasi Emas (sumber foto : NET)

JAKARTA – Cadangan emas Rusia tercatat mengalami penurunan sebanyak 1,4 juta ons atau setara 43,5 ton sejak awal tahun 2026.

Data terbaru yang dirilis Bank Sentral Rusia (CBR) menunjukkan cadangan emas pemerintah Rusia berada di angka 2.282 ton pada awal Juli 2026.

Bank sentral memperkirakan bahwa nilai total cadangan emas Rusia saat ini mencapai US$ 299 miliar.

“Sebagian besar logam tersebut kemungkinan besar dijual ke bank-bank Rusia melalui bursa dan pasar over-the-counter,” kata Vladimir Chernov, analis di Freedom Global, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penurunan pada aset cadangan ini juga memberikan dampak pada neraca bank sentral secara menyeluruh. Per akhir Juni 2026, total aset cadangan resmi berada di angka US$ 720,4 miliar, yang mana angka ini menurun dari US$ 747,4 miliar pada bulan Mei.

Sementara itu, cadangan devisa Rusia terpantau stabil pada periode yang sama di angka US$ 392,4 miliar per akhir Juni 2026, jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar US$ 392,3 miliar.

Kondisi ini menandai penurunan cadangan emas resmi Rusia selama enam bulan berturut-turut. Pada April 2026, Bank Sentral Rusia (CBR) telah mengungkapkan bahwa penurunan cadangan emas tersebut merupakan yang paling tajam dalam kurun waktu seperempat abad.

Tercatat pada 1 Mei, Bank Sentral Rusia (CBR) memegang 73,9 juta ons emas batangan di dalam cadangan internasionalnya. Namun hanya dalam kurun waktu satu bulan, cadangan emas berkurang 200.000 ons sehingga total penurunan sejak awal tahun 2026 menyentuh 900.000 ons.

Dampaknya, total cadangan emas CBR merosot hingga ke level paling rendah sejak Maret 2022.

Padahal pada beberapa tahun sebelumnya, bank sentral Rusia dikenal sangat aktif membeli emas hingga ratusan ton per tahun dan tidak pernah menjual lebih dari 100.000 ons atau 3,1 ton emas batangan dalam sebulan. Tercatat hanya pada Juli 2005 silam, sebanyak 7,7 ton emas pernah dikeluarkan dari neraca bank sentral tersebut.

Penjualan emas oleh Bank Sentral Rusia (CBR) dilakukan guna menyesuaikan transaksi paralel yang melibatkan penjualan aset Dana Kekayaan Nasional, yang mana merupakan bagian dari cadangan emas dan devisa negara.

“Yang terpenting, ini untuk menutupi defisit anggaran, yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret,” kata analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, kepada The Moscow Times, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Selain itu, penjualan emas mungkin bertujuan untuk membangun cadangan devisa, karena kekurangan muncul akibat pendapatan ekspor yang lemah di awal tahun,” tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Logam mulia tersebut ditukar dengan yuan," lanjutnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Penjualan untuk membiayai defisit anggaran mungkin akan terus berlanjut di tengah peningkatan tajam pengeluaran pemerintah dibandingkan dengan target anggaran,” kata Natalia Milchakova, analis utama di Freedom Finance Global, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagian besar cadangan emas Rusia dihimpun antara tahun 2002 hingga 2025, di mana negara tersebut membeli lebih dari 1.900 ton emas, dengan rincian sedikit lebih dari 500 ton pada 2008–2012 dan 1.200 ton pada 2014–2019. Menurut penuturan analis Finam, Nikolai Dudchenko, pembelian emas bersih oleh Rusia hanya mencapai 55,4 ton sejak tahun 2020.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua