Breaking

Rupiah Melemah ke Rp 17.936 per Dolar AS Imbas Konflik Timur Tengah

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 23 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 17.936 per Dolar AS Imbas Konflik Timur Tengah
Ilustrasi nilai tukar (sumber foto : NET)

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah (IDR) kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.

Pada sesi sore, mata uang garuda ditutup terdepresiasi sebesar 19 poin ke posisi Rp 17.936 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di level Rp 17.920 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah ini terdorong oleh eskalasi ketegangan konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Baru-baru ini, kelompok militan Houthi mengklaim telah melancarkan serangan ke dua kapal tanker minyak milik Saudi di Laut Merah, sehingga memicu kecemasan atas potensi gangguan pasokan di jalur pelayaran utama tersebut.

"Insiden terbaru ini menyusul peringatan awal pekan ini bahwa kelompok tersebut akan berupaya memblokir pelayaran yang terkait dengan Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik transit energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker untuk mengubah rute di sekitar Afrika selatan, memperpanjang perjalanan dan meningkatkan biaya pengiriman," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat rampung menggelar gelombang serangan baru ke Iran yang menjadi aksi malam ke-12 secara berturut-turut, memperbesar ketidakpastian jalur pelayaran Selat Hormuz.

Selain sentimen geopolitik, tekanan pada rupiah berlanjut lantaran perhatian para pelaku pasar tertuju pada publikasi data Klaim Pengangguran Awal AS periode pekan yang berakhir 18 Juli.

Adapun dari faktor domestik, performa rupiah tetap tertekan usai Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua