Rupiah Kamis Diproyeksi Fluktuatif, Sentimen The Fed Jadi Penentu
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan di tengah pasar yang mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan serta eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pada Rabu (22/7/2026), rupiah spot ditutup di Rp17.917 per dolar Amerika Serikat, melemah 0,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.888 per dolar AS. Kurs Jisdor BI ditutup stagnan di Rp17.909 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk perdagangan Kamis (23/7/2026), pasar akan kembali mencermati ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve.
“Data Prime Terminal menunjukkan probabilitas sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, sementara peluang kenaikan suku bunga pada bulan September berada di kisaran 68 persen,” jelas Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.920 hingga Rp18.970 per dolar AS.
Sedikit mereview, pelemahan rupiah pada Rabu dipengaruhi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, pasar merespons keputusan BI menahan BI-Rate di 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility di 4,75 persen, dan Lending Facility di 6,50 persen.
“BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas serta meningkatkan likuiditas,” ungkap Ibrahim.
Dari sisi fiskal, APBN hingga akhir Juni 2026 mencatat defisit Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target, sementara belanja negara Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target.
Di sisi eksternal, Ibrahim menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Pasukan AS dilaporkan kembali menyerang target militer Iran, sementara Teheran melancarkan serangan balasan ke sejumlah posisi militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan kurs rupiah dan kebijakan moneter, bukan rekomendasi investasi. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar.