Moody’s Soroti Risiko, Investor Buru Kupon Obligasi Danantara
JAKARTA - Moody’s Ratings kembali mempertahankan outlook negatif terhadap obligasi global Danantara Investment Management (DIM). Penilaian ini berpotensi membuat lembaga sovereign wealth fund tersebut menawarkan premi risiko lebih tinggi kepada investor global.
Danantara berencana menerbitkan obligasi global senilai 5 miliar US dolar, tiga kali lipat dari penerbitan perdana sebesar 1,5 miliar US dolar. Dengan nilai emisi lebih jumbo, basis permintaan investor harus lebih luas, sehingga imbal hasil yang ditawarkan berpotensi lebih premium.
Pada penerbitan perdana, Danantara menetapkan yield 5,35 persen untuk tenor 5 tahun dengan spread 32 basis poin di atas kurva sovereign Republik Indonesia, serta yield 5,95 persen untuk tenor 10 tahun dengan spread 34 basis poin.
Moody’s menetapkan outlook negatif dengan peringkat Baa2, sama dengan sovereign Pemerintah Indonesia. “Kami mengklasifikasikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) dan menerapkan pendekatan top down. Tidak ada Baseline Credit Assessment (BCA) yang diberikan, mengingat DIM masih berada pada tahap awal pengembangan,” tulis Moody’s.
Kepala Riset KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai outlook negatif lebih berdampak pada permintaan yield tinggi ketimbang kekhawatiran oversubscribed. “Kategori investor yang membeli surat utang Danantara merupakan tipikal pelaku pasar yang memburu kupon tinggi dan toleran terhadap risiko lebih besar,” ujarnya.
Wafi memperkirakan spread bisa bertambah 30–75 basis poin dan mempersempit cakupan investor. Ia menyebut faktor kunci keberhasilan penerbitan obligasi kali ini adalah dukungan implisit pemerintah, imbal hasil premium untuk emerging market, serta momentum penguatan rupiah dan reli IHSG.
Selain itu, kualitas roadshow manajemen Danantara dan adanya sovereign wealth fund atau bank sentral regional sebagai anchor investor dinilai penting untuk meningkatkan keyakinan pasar. Jika seluruh obligasi terserap, Danantara akan mengantongi 5 miliar US dolar untuk investasi di sektor infrastruktur, transisi energi, dan hilirisasi.
Keberhasilan penerbitan obligasi juga berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG sekaligus memperkuat outlook stabil yang dinarasikan S&P Global Ratings. “Bagi investor yang mempertimbangkan untuk membeli, pastikan yield spread cukup, memilih tenor yang tidak terlalu panjang dan posisikan bukan sebagai core portofolio,” tandas Wafi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai outlook Moody’s dan penerbitan obligasi Danantara, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.