Breaking

BBCA Turun ke Rp6.275, Asing Lepas Rp484 Miliar Saham

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 24 Juli 2026
BBCA Turun ke Rp6.275, Asing Lepas Rp484 Miliar Saham
Ilustrasi Saham BBCA turun 3,46 persen ke Rp6.275 pada perdagangan Kamis (23/7).(sumber foto: NET

JAKARTA - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3,46 persen ke Rp6.275 pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2026). Investor asing mencatat net sell Rp484,34 miliar, berbalik dari tren net buy lima hari sebelumnya.

Sebanyak 207,04 juta saham BBCA diperdagangkan dengan frekuensi 47.639 kali dan nilai transaksi Rp1,32 triliun. CGS International Sekuritas menilai risiko saham BBCA dengan support pertama Rp6.192 dan support kedua Rp6.108. Resistance pertama berada di Rp6.417 dan resistance kedua Rp6.558.

Kinerja keuangan BBCA kuartal I-2026 mencatat laba bersih Rp14,7 triliun, tumbuh 3,8 persen yoy dan qoq. Pertumbuhan ditopang pendapatan non-bunga dan pengendalian biaya, meski margin bunga bersih (NIM) turun ke 5,4 persen. Kredit mencapai Rp993,8 triliun, naik 5,6 persen yoy, ditopang kredit korporasi, komersial, dan UKM. CASA tetap solid Rp1.089 triliun, naik 11,2 persen yoy.

Kualitas aset terkendali dengan gross NPL 1,8 persen dan loan at risk 5,1 persen. Cost of credit naik ke 0,6 persen, mencerminkan sikap hati-hati BBCA.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA. Target harga 12 bulan ke depan ditetapkan Rp8.075 dengan proyeksi P/BV 2026 sebesar 3,3 kali, sedikit lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir 3,4 kali.

Risiko utama berasal dari tekanan NIM berkepanjangan, pertumbuhan kredit lebih lemah dari perkiraan, serta kondisi ekonomi makro yang kurang mendukung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua