Panda Bonds RI Laku Keras, Bid to Cover Capai 2,4 Kali
JAKARTA - Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) Panda Bonds di pasar obligasi China mencatat permintaan 2,4 kali lebih besar dari nilai penerbitan CNY 7 miliar atau setara 1,033 miliar US dolar. Total permintaan mencapai CNY 17 miliar.
Dirjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kemenkeu, Suminto, menegaskan:
“Tingginya permintaan investor dan tingkat imbal hasil yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi, maupun kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.”
Penerbitan dibagi dua tenor: 3 tahun senilai CNY 5,6 miliar dengan yield 1,9 persen dan 5 tahun senilai CNY 1,4 miliar dengan yield 2,19 persen. Settlement dijadwalkan 30 Juli 2026. Permintaan tenor 3 tahun mencapai CNY 12,38 miliar (bid to cover 2,2 kali), sementara tenor 5 tahun mencapai CNY 4,62 miliar (bid to cover 3,3 kali).
Chief Economist Bank Danamon, Irman Faiz, menilai: “Oversubscription Panda Bonds sebesar 2,4 kali merupakan kombinasi antara kepercayaan investor terhadap kualitas kredit Indonesia dan kondisi likuiditas pasar China yang sangat mendukung.” Ia menekankan efisiensi biaya bukan satu-satunya pertimbangan, karena utang valas meningkatkan risiko nilai tukar.
Peneliti Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan:
“Pembayaran pokok dan bunga dilakukan dalam yuan, Penguatan yuan terhadap rupiah dapat meningkatkan beban utang dalam denominasi rupiah. Biaya pendanaan tidak bisa hanya dilihat dari rendahnya kupon, tetapi juga harus memperhitungkan risiko nilai tukar.”
Yusuf menambahkan: “Dengan yield sekitar 1,90 persen untuk tenor tiga tahun dan 2,19 persen untuk tenor lima tahun, Panda Bonds memang terlihat kompetitif. Tetapi biaya total setelah lindung nilai bisa saja mendekati atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan penerbitan dalam dolar.”
Panda Bonds memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co Ltd. Bank of China bertindak sebagai lead underwriter, bersama sejumlah bank besar China dan DBS Bank (China) sebagai joint underwriters.