Breaking

ADRO Catat Laba 128 Juta US Dolar, Target Harga Naik Rp3.300

IB
Ibtihal

Editor: Septaian Akbar Gumilang

Minggu, 26 Juli 2026
ADRO Catat Laba 128 Juta US Dolar, Target Harga Naik Rp3.300
Ilustrasi ADRO catat laba bersih kuartal I-2026 sebesar 128 juta US dolar. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mengungkap keterbukaan informasi mengenai rencana penyampaian laporan keuangan kuartal II-2026 yang akan ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik. Namun, belum disebutkan detail waktu penyampaian maupun tujuan penelaahan tersebut.

Sebelumnya, ADRO merilis laporan kuartal I-2026 dengan capaian laba bersih 128,13 juta US dolar atau sekitar Rp2,17 triliun, melonjak 67 persen dibanding periode sama tahun 2025. Laba per saham naik ke 0,0045 US dolar dari 0,00255 US dolar. Pendapatan usaha meningkat 23 persen menjadi 470,90 juta US dolar, ditopang kenaikan penjualan.

Total aset per 31 Maret 2026 tercatat 7,18 miliar US dolar, naik dari 6,81 miliar US dolar per 31 Desember 2025. Liabilitas turun ke 1,76 miliar US dolar, sementara ekuitas naik ke 5,42 miliar US dolar.

ADRO juga memasuki babak baru dengan ekspor perdana aluminium melalui anak usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR). Sebanyak 35.000 ton aluminium dikirim, terdiri dari 31.500 ton ke Amerika Serikat dan 3.600 ton ke Korea Selatan. Analis MNC Sekuritas menilai ekspor ini menjadi tonggak diversifikasi pendapatan. Dengan kapasitas awal 500 kiloton per tahun dan potensi peningkatan hingga 1,5 juta ton, bisnis aluminium diperkirakan menghasilkan pendapatan 1,5–4,5 miliar US dolar per tahun dengan asumsi harga jual rata-rata 3.000 US dolar per ton.

MNC Sekuritas merevisi estimasi laba bersih ADRO 2026 naik 21 persen menjadi 612 juta US dolar, tumbuh 37 persen tahunan. Target harga saham dinaikkan dari Rp2.700 menjadi Rp3.300 dengan valuasi EV/EBITDA 5 kali. Batu bara kokas masih menjadi kontributor utama dengan porsi 56 persen terhadap pendapatan, dengan ASP naik 16 persen ke 182,2 US dolar per ton.

Risiko utama bagi ADRO antara lain tingkat utilisasi smelter di bawah 40 persen, penurunan ASP batu bara kokas di bawah 150 US dolar per ton, serta volume pengupasan lapisan penutup lebih rendah dari perkiraan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua