Breaking

Daftar Saham HSC Bertambah Tiga Emiten Total Kini Mencapai 55 Saham

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 06 Agustus 2026
Daftar Saham HSC Bertambah Tiga Emiten Total Kini Mencapai 55 Saham
Ilustrasi bursa efek indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan tiga saham baru ke dalam High Shareholding Concentration (HSC), yaitu daftar saham yang terindikasi memiliki konsentrasi tinggi pada struktur kepemilikannya.

Tiga saham yang baru masuk tersebut meliputi PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), serta PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).

Berdasarkan rilis resmi BEI, AGAR dan ALKA resmi masuk daftar saham HSC pada Selasa (4/8), sedangkan BDKP dimasukkan pada Rabu (5/8).

Direktur BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan dalam pernyataan bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bahwa penetapan tersebut mengacu pada metodologi penentuan saham HSC berdasarkan struktur kepemilikan warkat maupun nonwarkat per 31 Juli 2026.

AGAR dipegang oleh kelompok tertentu yang menguasai hingga 99,32% saham secara agregat. Sementara itu, tingkat konsentrasi kepemilikan pada saham ALKA dan BKDP masing-masing tercatat sebesar 98,21% dan 95,45% berdasarkan data BEI dan KSEI.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” kata Yulianto dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Masuknya ketiga emiten baru ini membuat jumlah daftar HSC membengkak menjadi 55 saham sejak pertama kali dirilis pada awal April 2026.

Sebelumnya pada pertengahan Juli, BEI dan KSEI telah memperbarui daftar saham HSC dengan memasukkan 38 emiten. Beberapa di antaranya yaitu PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) milik putri Haji Isam serta PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) milik Grup Djarum.

Langkah BEI dan KSEI merilis daftar saham HSC ini merupakan bagian dari langkah reformasi pasar modal Indonesia guna menyetarakan standar dengan pasar global.

Kebijakan ini juga menjadi tanggapan otoritas pasar modal Indonesia atas penilaian sejumlah pengelola indeks global seperti MSCI yang menganggap transparansi pasar saham di Indonesia masih kurang.

Selain memublikasikan daftar saham HSC, BEI turut mengeluarkan saham-saham berkonsetrasi kepemilikan tinggi tersebut dari jajaran indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua