Rekomendasi Saham ACES di Tengah Tantangan Daya Beli Konsumen
JAKARTA – Kenaikan harga menjadi salah satu faktor penopang kinerja PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) sepanjang semester I-2026. Kendati demikian, perseroan tetap perlu mewaspadai tantangan daya beli konsumen ke depan.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mengamati Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mengalami penurunan dari angka 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.
Meskipun IKK menurun, Azis menilai prospek kinerja ACES masih positif walaupun laju pertumbuhannya berpotensi lebih moderat.
“Pelemahan IKK dapat menekan traffic toko, namun ACES masih ditopang oleh peningkatan basket size, ekspansi gerai, dan kekuatan private label sehingga dampaknya relatif terbatas,” ujar Azis sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut pertimbangannya, hambatan utama ACES mencakup penurunan daya beli serta perlambatan pada konsumsi discretionary. Selain itu, potensi tekanan pada margin juga datang dari kenaikan biaya operasional dan impor sebagai dampak pelemahan rupiah.
Beberapa faktor kunci yang perlu dicermati mencakup tren konsumsi rumah tangga, same-store sales growth (SSSG), ekspansi gerai AZKO & NEKA, stabilitas kurs rupiah, hingga momentum musiman akhir tahun yang kerap meningkatkan angka penjualan.
Azis melihat peluang berlanjutnya kenaikan laba semester I-2026 hingga periode September 2026 (9M26). Hasil capaian pertumbuhan laba semester I-2026 yang menembus kisaran 33% yoy dinilai mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang kokoh.
“Sehingga laba Januari – September 2026 (9M26) masih berpotensi tumbuh meski laju pertumbuhannya kemungkinan lebih moderat,” terang Azis sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jennifer Henry, menilai pemulihan pendapatan ACES, tren pertumbuhan yang solid, serta imbal hasil dividen yang tinggi belum direspon optimal oleh kalangan investor.
Di luar hambatan biaya dan konsumsi, raihan pendapatan semester I-2026 sebesar Rp 4,5 triliun (naik 6,3% yoy) dinilai masih selaras dengan perkiraan berkat fokus bisnis pada segmen menengah ke atas.
Di samping itu, perolehan laba bersih ACES pada semester I-2026 yang menyentuh Rp 390 miliar (tumbuh 33,3%) turut memenuhi ekspektasi di tengah beragam dinamika tantangan.
Capaian laba tersebut ikut terdorong oleh perolehan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 138 miliar yang bersumber dari investasi jangka pendek berdenominasi dolar AS (USD).
Tanpa memperhitungkan pos tersebut, laba inti tercatat sebesar Rp 283 miliar atau masih sejalan dengan ekspektasi karena telah memenuhi 38% dari proyeksi Maybank Sekuritas untuk tahun fiskal 2026.
“Secara keseluruhan, penjualan dan EBIT semester pertama 2026 memenuhi perkiraan kami. Sementara itu, kami memandang positif penurunan margin kotor semester pertama 2026 menjadi 45,3% dibandingkan semester pertama 2025 sebesar 45,4%,” ujar Jennifer sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Jennifer turut menggarisbawahi pendapatan kuartal II-2026 yang meningkat ke angka Rp 227 miliar (tumbuh 50% yoy), kendati pertumbuhan penjualan bergerak moderat sebesar 3% yoy.
Perolehan pendapatan tersebut ditopang oleh perluasan margin kotor menjadi 46,3% pasca penyesuaian harga serta perolehan keuntungan nilai tukar sebesar Rp 122 miliar.