Breaking

Investor Fokus pada Data CPI Juli untuk Kebijakan Suku Bunga Fed

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 13 Agustus 2026
Investor Fokus pada Data CPI Juli untuk Kebijakan Suku Bunga Fed
Ilustrasi Futures saham AS bergerak stabil menjelang rilis data CPI Juli. (sumber foto: NET)

JAKARTA  — Futures saham Amerika Serikat bergerak sedikit di atas garis datar pada Rabu (12 Agustus 2026), menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) yang akan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Pada pukul 17:24 waktu setempat, kontrak futures Dow naik 62 poin atau 0,07 persen, futures S&P 500 menguat 22 poin atau 0,31 persen, dan futures Nasdaq 100 naik 217 poin atau 0,88 persen. Sehari sebelumnya, S&P 500 turun 0,3 persen, Nasdaq Composite melemah 0,6 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,3 persen.

Para ekonom memperkirakan CPI keseluruhan rebound 0,1 persen secara bulanan pada Juli, setelah turun 0,4 persen pada Juni. Inflasi tahunan diperkirakan melambat ke 3,4 persen dari 3,5 persen. CPI inti diprediksi naik 0,2 persen bulanan. 

Laporan ini akan dicermati ketat setelah melemahnya pasar tenaga kerja menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada September.

Futures minyak mentah Brent bertahan di bawah 90 dolar AS per barel, di tengah ketidakpastian jalur pengiriman melalui Selat Hormuz. Negosiasi AS–Iran menemui hambatan baru, dengan Iran menuntut pembebasan aset yang dibekukan dan penarikan AS dari konflik regional. 

Presiden Donald Trump menuntut Iran membayar reparasi. Serangan baru terhadap jalur maritim, termasuk insiden di Bab el-Mandeb dan Teluk Oman, semakin memperkeruh harapan berakhirnya konflik.

Saham CoreWeave melonjak dalam perdagangan pra-pasar setelah perusahaan neocloud tersebut membukukan pendapatan rekor untuk kuartal kelima berturut-turut. Backlog penjualan meningkat menjadi 104 miliar dolar AS, hampir dua kali lipat dari November. 

CoreWeave juga mengamankan 25 miliar dolar AS komitmen pelanggan baru pada kuartal berjalan. CEO Michael Intrator menyebut pencapaian ini sebagai “kuartal pemesanan terkuat” dalam sejarah perusahaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua