Breaking

Pasar Pangkas Taruhan Bunga The Fed, Harga Emas Capai Puncak 2 Bulan

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 13 Agustus 2026
Pasar Pangkas Taruhan Bunga The Fed, Harga Emas Capai Puncak 2 Bulan
Ilustrasi Emas (FOTO : NET)

NEW YORK – Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam rentang waktu lebih dari dua bulan pada Rabu (12/8/2026) usai rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang sejalan dengan estimasi pasar.

Situasi ini semakin memperkuat optimisme bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak bakal menaikkan tingkat suku bunga pada September mendatang.

Harga emas spot menguat 0,9 persen ke level US$ 4.406,64 per ons troi pada pukul 13.30 waktu AS.

Aset aman tersebut bahkan sempat melesat melebihi 1 persen hingga menyentuh US$ 4.467,50 per ons troi, angka tertinggi sejak 5 Juni, sekaligus berhasil melampaui rata-rata pergerakan 100 hari di posisi US$ 4.387,22.

Sementara itu, perdagangan emas berjangka AS mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,6 persen menjadi US$ 4.467,50 per ons troi.

Lonjakan harga emas ini terjadi seiring inflasi konsumen AS pada Juli yang mencatatkan kenaikan tipis 0,1 persen secara bulanan, sesuai dengan prediksi para pelaku pasar.

Meski realisasi ini lebih tinggi dibanding penurunan 0,4 persen pada Juni, angka tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memicu tekanan bagi The Fed dalam menaikkan suku bunga.

Analis Marex Edward Meir menilai laporan inflasi tersebut menjadi penopang positif untuk emas, disokong pula oleh pelemahan indeks dolar AS serta dorongan teknikal.

"Data CPI cukup mendukung emas karena sesuai ekspektasi, ditambah dolar yang melemah," kata Meir sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September di kisaran 40 persen, tergerus dari posisi 46 persen sebelum rilis data inflasi AS.

Pada 29 Juli lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada rentang 3,50 persen-3,75 persen, kendati tiga dari 12 pemegang hak suara menginginkan adanya kenaikan.

Arah suku bunga tetap menjadi faktor penggerak utama bagi pergerakan emas, mengingat tingkat suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Para pelaku pasar selanjutnya akan berfokus pada rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada Kamis (13/8) sebagai acuan tambahan untuk menilai arah kebijakan The Fed.

Di lain sisi, eskalasi geopolitik turut menjadi sorotan setelah AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan melancarkan serangan terpisah ke jalur pelayaran pada Selasa, yang memudarkan prospek hilangnya konflik.

Apabila ketegangan kembali memuncak, harga minyak mentah berpeluang merangkak naik mendekati US$100 per barel.

Lonjakan harga minyak berpotensi memicu kembali inflasi dan memperbesar spekulasi kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya dapat menahan laju kenaikan harga emas.

Pada pasar logam mulia lainnya, harga perak spot merangkak naik 1,3 persen ke level US$65,49 per ons troi setelah sempat mencapai posisi tertinggi sejak 22 Juni.

Platinum turut menguat 0,9 persen menjadi US$1.759,50 per ons troi, sedangkan palladium terapresiasi 0,5 persen ke posisi US$1.367,23 per ons troi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua