Breaking

Dow Jones Turun 0,51 persen, Nasdaq Anjlok 0,31 persen di Tengah Ketegangan AS–Iran

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 18 Agustus 2026
Dow Jones Turun 0,51 persen, Nasdaq Anjlok 0,31 persen di Tengah Ketegangan AS–Iran
Ilustrasi Indeks Dow Jones turun 0,51 persen di tengah ketegangan AS–Iran dan kenaikan harga minyak. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/8/2026), seiring investor mencermati kenaikan harga minyak dan menunggu laporan keuangan sejumlah peritel besar Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah belanja konsumen.

Melansir Reuters, pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 272,63 poin atau 0,51 persen menjadi 53.459,78.

S&P 500 melemah 40,70 poin atau 0,52 persen ke 7.745,06, sedangkan Nasdaq Composite turun 84,25 poin atau 0,31 persen menjadi 26.644,91.

Harga minyak naik lebih dari US$2 per barel setelah investor melihat belum ada kemajuan berarti dalam upaya diplomasi antara AS dan Iran.

Kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat mengganggu pasokan global kembali menguat dan mendorong harga minyak.

Kenaikan harga minyak menopang sektor energi yang menjadi satu-satunya dari 11 sektor utama S&P 500 yang menguat, yakni 0,87 persen.

Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing turun sekitar 1,5 persen, menjadi penekan utama indeks.

"Pasar masih menunggu laporan ritel untuk mendapatkan arah," kata Phil Blancato, kepala strategi pasar Osaic Wealth.

Menurut dia, investor masih mencermati data ekonomi AS yang belakangan menunjukkan perlambatan, sementara aktivitas perdagangan pada Agustus cenderung lebih sepi.

Investor kini menanti laporan kinerja Home Depot pada Selasa dan Walmart pada Kamis.

Keduanya dinilai dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi konsumsi rumah tangga AS setelah data penjualan ritel dan ketenagakerjaan Juli menunjukkan pelemahan.

Tekanan juga terlihat di sektor teknologi.

S&P 500 sektor teknologi turun hampir 0,2 persen setelah bergerak naik-turun sepanjang sesi.

Investor masih mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI) dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi.

Pergerakan saham teknologi berlangsung tidak merata.

Indeks semikonduktor PHLX melonjak 1,6 persen, tetapi indeks Software & Services S&P 500 anjlok 2,8 persen.

Microsoft dan Meta Platforms menjadi penekan terbesar S&P 500 setelah masing-masing turun lebih dari 3 persen.

Sebaliknya, saham chip menjadi penopang utama indeks.

Micron Technology naik 4 persen, sementara Applied Materials melonjak 5,5 persen.

Investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan keluar pekan depan.

Nvidia merupakan produsen chip AI terkemuka sekaligus perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Di luar saham teknologi besar, saham Vista Energy yang tercatat di AS melonjak 5,6 persen setelah investor Peter Thiel membeli 1 persen saham perusahaan minyak asal Amerika Latin tersebut.

Tekanan jual secara keseluruhan masih lebih kuat.

Di Bursa New York Stock Exchange (NYSE), saham yang turun dibandingkan yang naik mencapai rasio 1,76 banding 1.

Sementara di Nasdaq, sebanyak 3.106 saham turun dan 1.848 saham naik, atau rasio penurunan 1,68 banding 1.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 14,74 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 16,95 miliar saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua