Breaking

Investasi Rp1.010 T di Semester I, IHSG Rebound 100 Poin Usai Pidato Prabowo

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 18 Agustus 2026
Investasi Rp1.010 T di Semester I, IHSG Rebound 100 Poin Usai Pidato Prabowo
Ilustrasi IHSG rebound 100 poin ke level 6.401,89 setelah pidato Presiden Prabowo pada Jumat (14/8/2026). (sumber foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), sekaligus menyampaikan Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Pidato ini merupakan bagian dari rangkaian kenegaraan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dengan penyerapan 2,7 juta lapangan kerja, sementara realisasi investasi pada semester I 2026 saja telah mencapai Rp1.010 triliun dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,45 persen pada semester I 2026 — pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir — dengan proyeksi pertumbuhan sepanjang 2026 dapat mencapai 6 persen.

Untuk RAPBN 2027, pemerintah mengasumsikan PDB sebesar Rp27.987 triliun, dengan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun dan target defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Prabowo turut menyoroti pencapaian swasembada delapan komoditas pangan, serta menyampaikan pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target jumlah BUMN maksimal 300 pada akhir 2026 sebagai bagian dari agenda restrukturisasi dan efisiensi.

Khusus menyangkut pasar modal, Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan reformasi melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang diarahkan untuk membawa pasar modal Indonesia menuju standar internasional, memperbesar pasar, serta memperluas akses perusahaan terhadap permodalan.

Presiden juga menyinggung penguatan tata kelola kekayaan nasional, termasuk melalui pengembangan ekosistem Bank Emas dan pengelolaan investasi strategis nasional.

Merespons pidato tersebut, Jakarta Stock Exchange Composite yang sempat dibuka melemah ke 6.296,59 berbalik menguat dan ditutup melesat 100,12 poin atau 1,59 persen ke level 6.401,89 pada hari yang sama.

Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 3,09 persen, disusul properti 2,99 persen dan energi 2,66 persen, dengan minat beli pasar turut mengarah ke saham-saham BUMN.

Nilai transaksi hari itu mencapai Rp12,44 triliun dari 32,45 miliar saham yang diperdagangkan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua