IHSG Naik 0,75 Persen, Asing Lepas Saham ISAT dan BBRI
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026), meskipun tekanan jual investor asing masih berlanjut.
IHSG ditutup naik 47,942 poin atau 0,75% ke level 6.449,83. Namun, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp355,17 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual asing juga masih cukup besar dalam sepekan terakhir. Investor asing membukukan net sell yang mencapai Rp2,77 triliun.
Penguatan IHSG pada perdagangan tersebut ditopang hampir seluruh indeks sektoral. IDX Sektor Energi menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, yakni 2,24%.
Selanjutnya, IDX Sektor Infrastruktur naik 1,65%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menguat 1,42%, serta IDX Sektor Properti & Real Estate meningkat 1,21%.
Penguatan juga terjadi pada IDX Sektor Barang Konsumer Primer sebesar 1,03%, IDX Sektor Barang Baku 0,81%, IDX Sektor Teknologi 0,40%, dan IDX Sektor Perindustrian 0,25%.
IDX Sektor Barang Konsumer Non-Primer menguat 0,24% dan IDX Sektor Kesehatan naik 0,13%. Sementara itu, IDX Sektor Keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,29%.
Aktivitas perdagangan saham mencatatkan volume transaksi 33,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,83 triliun.
Sebanyak 399 saham menguat, 236 saham melemah, dan 159 saham bergerak stagnan.
Dengan demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya mencerminkan meredanya tekanan dari investor asing. Aksi net sell masih berlanjut dan telah mencapai Rp2,77 triliun dalam sepekan terakhir.
Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar pada Selasa (18/8/2026):
- PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp191,05 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp170,0 miliar.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp165,6 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp153,61 miliar.
- PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp48,02 miliar.
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp44,17 miliar.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp42,4 miliar.
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebesar Rp27,59 miliar.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp22,86 miliar.
- PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp22,38 miliar.
Data perdagangan menunjukkan tekanan jual asing terbesar berasal dari ISAT, BBRI, DSSA, dan TPIA. Kondisi ini terjadi meskipun IHSG menguat dan sebagian besar sektor mencatatkan kenaikan.