Breaking

Akuisisi Bisnis Otomotif, Saham TPIA Berpotensi Menuju Rp 2.430

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 24 Agustus 2026
Akuisisi Bisnis Otomotif, Saham TPIA Berpotensi Menuju Rp 2.430
Ilustrasi PT Chandra Asri Pacific Tbk memperluas bisnis otomotif dengan akuisisi Cycle & Carriage senilai 265 juta dolar Singapura. (sumber foto: NET)

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus memperluas bisnisnya. Emiten milik Prajogo Pangestu tersebut menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi mengatakan estimasi harga pembelian aset dalam transaksi tersebut mencapai 265 juta dolar Singapura atau sekitar 207 juta dolar AS.

Suryandi menyampaikan bahwa strategi Chandra Asri Group kini berkembang melampaui sektor energi, kimia, dan infrastruktur. Dalam upaya membangun platform regional, TPIA terus memperluas bisnis yang dapat melengkapi portofolio sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi grup.

"Sektor mobilitas menjadi salah satu fokus pengembangan kami ke depan," kata Suryandi kepada Kontan, Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

TPIA telah memiliki basis bisnis di Singapura melalui jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso. Akuisisi Cycle & Carriage akan melengkapi ekosistem tersebut melalui bisnis distribusi otomotif, dealer, layanan purnajual, leasing, dan kendaraan komersial di Singapura serta Malaysia.

"Oleh karena itu, langkah ini bukan sekadar ekspansi ke bisnis baru, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem energi dan transportasi yang lebih terintegrasi di Asia Tenggara," ujar Suryandi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai rencana akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage positif secara strategis. Akuisisi itu dinilai dapat mendiversifikasi pendapatan berulang dan memperkuat ekspansi regional TPIA.

Bisnis dealer, layanan purnajual, leasing, serta kendaraan listrik berpotensi memberikan pendapatan yang lebih defensif dibandingkan bisnis petrokimia yang sangat bergantung pada siklus dan spread.

Namun, dampaknya terhadap laba dalam jangka pendek diperkirakan masih terbatas karena nilai transaksi sekitar 207 juta dolar AS relatif kecil dibandingkan dengan skala TPIA.

"Menurut kami, value creation akan lebih terlihat dalam 2-3 tahun ke depan jika TPIA mampu menciptakan sinergi dengan bisnis energi dan infrastructure yang sudah dimiliki," ucap Sukarno, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi sentimen, diversifikasi pendapatan, penguatan regional footprint, dan exposure terhadap pertumbuhan kendaraan listrik menjadi katalis positif.

Di sisi lain, investor perlu mencermati potensi kenaikan leverage, margin bisnis otomotif yang relatif tipis, serta execution dan integration risk.

"Yang paling penting, akuisisi ini perlu menghasilkan Return on Invested Capital di atas cost of capital, bukan sekadar menambah revenue dan aset," ujar Sukarno, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai akuisisi tersebut menarik karena bersifat bolt-on acquisition dan melengkapi bisnis TPIA yang telah berjalan di Singapura, terutama jaringan SPBU Esso.

"Jadi ada potensi integrasi dalam ekosistem mobility, energi, dan ritel," tambah Elandry, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, pembiayaan transaksi didukung Bank Mizuho sehingga tidak seluruh kebutuhan dana harus berasal dari kas internal.

Dampak transaksi terhadap kinerja keuangan diperkirakan berlangsung bertahap dan belum langsung material terhadap laba konsolidasi TPIA.

Investor tetap perlu memperhatikan kontribusi EBITDA, arus kas, dan kemampuan TPIA mengintegrasikan aset tersebut. Terlebih, TPIA masih menjalankan sejumlah proyek besar sehingga disiplin penggunaan modal tetap menjadi perhatian.

Sukarno merekomendasikan beli saham TPIA dengan target harga Rp 2.430 per saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua