Breaking

Investor Asing Jual Bersih Rp 391,96 Miliar, IHSG Turun 0,69 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 24 Agustus 2026
Investor Asing Jual Bersih Rp 391,96 Miliar, IHSG Turun 0,69 Persen
Ilustrasi IHSG melemah 0,69 persen ke posisi 6.480 pada penutupan sesi I perdagangan Senin. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Investor asing mencatat aksi jual bersih atau net sell di pasar saham domestik pada perdagangan sesi I, Senin (24/8/2026).

Nilai transaksi beli investor asing mencapai Rp 2,22 triliun, sedangkan transaksi jual menyentuh Rp 2,61 triliun. Dengan demikian, investor asing mencatat net sell sebesar Rp 391,96 miliar hingga akhir sesi I.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan nilai net foreign sell terbesar, yakni Rp 160,84 miliar dengan volume jual bersih 50,54 juta saham.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berada di urutan berikutnya dengan net foreign sell Rp 73,79 miliar dan volume 373,94 juta saham.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat aksi jual bersih asing sebesar Rp 64,01 miliar dengan volume 31,61 juta saham.

Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membukukan net foreign sell Rp 49,76 miliar dengan volume 46,33 juta saham. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat net foreign sell Rp 45,57 miliar dengan volume 16,78 juta saham.

Saham lain yang masuk daftar paling banyak dijual asing meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan net foreign sell Rp 36,42 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 32,63 miliar.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat net foreign sell Rp 30,69 miliar. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 29,04 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp 26,17 miliar.

Aksi jual bersih asing juga tercatat pada PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 22,12 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 21,46 miliar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Rp 21,24 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 19,64 miliar.

Berikutnya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat net foreign sell Rp 16,36 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 13,60 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 11,11 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 10,56 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 10,01 miliar.

Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 45 poin atau 0,69% ke level 6.480.

IHSG dibuka di area 6.544,002 dan sempat menguat ke level tertinggi 6.551,003 pada awal perdagangan. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena indeks berbalik melemah dan bergerak dalam tren penurunan sepanjang sesi I.

IHSG sempat menyentuh level terendah 6.474,572 sebelum sedikit naik ke posisi 6.480,645.

Sebanyak 370 saham mengalami penurunan, 233 saham menguat, dan 186 saham lainnya tidak berubah. Volume perdagangan mencapai 24,797 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 9,025 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.390.961 kali.

Pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas sektor saham bergerak di zona merah. Sektor kesehatan atau IDX Health turun paling dalam sebesar 2,31%, disusul sektor transportasi dan logistik atau IDX Trans yang melemah 1,16%.

Sektor keuangan atau IDX Finance turun 0,93%, sektor properti atau IDX Property melemah 0,84%, sektor barang konsumen primer atau IDX Non-Cyclicals turun 0,29%, sektor energi atau IDX Energy melemah 0,32%, dan sektor teknologi atau IDX Techno turun 0,40%.

Sektor industri atau IDX Industry menjadi salah satu sektor yang masih menguat dengan kenaikan 0,15%. Penguatan terbesar dicatatkan sektor barang baku atau IDX Basic yang naik 0,71%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua