Alasan Warga Solo Lebih Pilih Pertalite Botolan Dibandingkan ke SPBU
JAKARTA – Antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertalite tampak terjadi di hampir seluruh SPBU.
Hal tersebut mengingat harga Pertamax saat ini mencapai Rp10.000 per liter untuk Pertalite, sementara Pertamax berada di angka Rp15.950 per liter turun dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter.
Berdasarkan pantauan di SPBU-SPBU seluruh kota di Indonesia, antrean yang cukup panjang untuk mendapatkan Pertalite tampaknya masih terjadi.
Tuti (65), seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Solo, Jawa Tengah, sampai saat ini masih mengendarai sepeda motor sendirian ke mana-mana.
"Ya masih motoran sendiri kemana-mana, jadi ya beli bensin," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meskipun fisiknya tidak sekuat saat masih muda, hal tersebut tidak meruntuhkan semangatnya untuk berkendara motor keliling Solo.
Dirinya mengaku masih terus menggunakan Pertalite hingga kini lantaran harganya yang murah dan mudah didapatkan.
"Masih pakai Pertalite, soalnya murah dan gampang ditemui," tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kendati bertempat tinggal di pusat Kota Solo, ia mengakui bahwa jarak menuju SPBU terbilang cukup jauh sehingga dirinya memilih membeli BBM botolan di pinggir jalan.
"Ya gimana ya, pom bensin jauh, kudu melipir-melipir sek, jadi ya beli botol pinggir jalan wae," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Keberadaan para penjual Pertalite di pinggir jalan pun dirasakan sangat membantu bagi warga seperti Tuti.
Informasi pembaruan harga BBM pada Minggu, 30 Agustus 2026 di seluruh wilayah Indonesia dapat diakses melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga.
Situs tersebut menampilkan deretan harga BBM mulai dari Pertalite, Pertamax, Pertamax Green, hingga Pertamax Turbo.
Pertamina sendiri telah secara resmi menyesuaikan harga beberapa varian BBM nonsubsidi sejak 1 Agustus 2026, seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo.