Harga Emas Stabil di US$4.445 per Troi Ons Usai Konflik AS dan Iran
JAKARTA – Harga emas kembali stabil setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, di tengah serangan balasan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi untuk pertama kalinya dalam satu bulan.
Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi akan mendorong inflasi serta menekan Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga emas batangan berada di kisaran US$4.445 per troi ons setelah merosot lebih dari 3,5% pada dua sesi perdagangan sebelumnya.
Pasukan AS melancarkan serangan ke sebuah pulau di Selat Hormuz, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania.
Rangkaian serangan tersebut mempertegas ketegangan yang berlanjut antara Washington dan Teheran terkait status Selat Hormuz setelah konflik berlangsung lebih dari enam bulan dan memicu gejolak di pasar energi.
Harga minyak kembali mengalami kenaikan setelah mencatatkan lonjakan terbesar dalam tiga pekan pada Senin.
Kenaikan biaya energi berpotensi mendorong bank sentral AS menaikkan suku bunga guna meredam tekanan harga.
Kebijakan pengetatan moneter tersebut umumnya merugikan emas karena aset logam mulia ini tidak menawarkan imbal hasil bunga.
Sepanjang Agustus, harga emas menguat hampir 10% dan membukukan kenaikan bulanan tertinggi sejak Januari.
Penguatan tersebut dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari Departemen Keuangan AS pada pertengahan bulan terkait peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah.
Langkah intervensi yang bertujuan menekan biaya pinjaman tersebut menghidupkan kembali strategi debasement trade, yakni investasi yang didorong oleh kecemasan terhadap depresiasi mata uang dan lonjakan utang pemerintah.
Isu tersebut juga menjadi salah satu pendorong utama reli harga emas sepanjang tahun 2025.
Kendati demikian, laju penguatan emas mulai tertahan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan pidato bernada hawkish pada Jumat yang menegaskan komitmennya dalam memerangi inflasi.
Pernyataan itu membuat pelaku pasar memproyeksikan probabilitas kenaikan suku bunga lebih dari 60% pada rapat The Fed mendatang tanggal 15–16 September.
Saat ini harga emas kembali bergerak di bawah indikator rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) yang biasa dipakai untuk melihat arah momentum harga.
Pada pukul 07.52 waktu Singapura, harga emas spot terpantau menguat 0,2% ke level US$4.448,64 per troi ons.
Pada saat yang sama, harga perak bergerak stabil pada posisi US$66,56 per ounce.
Harga platinum dan palladium juga relatif tidak mengalami perubahan. Sementara itu, Indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau stabil setelah sebelumnya melemah 0,2% pada sesi perdagangan terdahulu.