Breaking

Mandiri Sekuritas Soroti Potensi Saham Sektor Data Center dan AI

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 02 September 2026
Mandiri Sekuritas Soroti Potensi Saham Sektor Data Center dan AI
Ilustrasi Mandiri Sekuritas soroti potensi saham sektor data center dan AI di Indonesia. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Tren kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan data center tidak hanya menguntungkan pengelola pusat data, tetapi juga membuka peluang bagi emiten material, energi, telekomunikasi, hingga kawasan industri.

Mandiri Sekuritas menilai data center berbasis AI membutuhkan konsumsi listrik jauh lebih besar dibanding konvensional. Rak server AI bisa mencapai 200 kW, jauh di atas server biasa 10 kW. Hal ini mendorong kebutuhan sistem pendingin berbasis cairan (liquid cooling) dengan pipa dan material pendukung.

Emiten Material:

  • AVIA: peluang dari bisnis distribusi barang termasuk pipa air (20% pendapatan).
  • ISSP: produk pipa baja digunakan untuk rak dan struktur data center, meski utilisasi pabrik masih rendah.

Emiten Teknologi & Telekomunikasi:

  • DSSA: eksposur kuat lewat infrastruktur digital, termasuk proyek hyperscale SMX01 Jakarta bersama LG senilai USD 300 juta, kapasitas awal 18 MW bisa dikembangkan hingga 60 MW.
  • ISAT: pengembangan data center dan AI Factory bersama mitra strategis, didukung kas kuat untuk ekspansi.
  • TLKM: kontribusi data center masih terbatas, tetapi tetap menjadi katalis pertumbuhan.

Emiten Konstruksi & Kawasan Industri:

  • KIJA: kawasan industri berpotensi mendukung klaster data center.
  • Emiten konstruksi berpeluang mendapat manfaat dari meningkatnya proyek pembangunan fasilitas data center.

Emiten Infrastruktur Jaringan:

  • MTEL, TOWR, MORA, KETR: berpotensi kecipratan dari kebutuhan jaringan, fiber optik, dan peningkatan kapasitas lalu lintas data.
  • Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor kawasan industri, dengan BEST dan DMAS sebagai top picks.

Tren pembangunan data center dan AI ini menunjukkan peluang lintas sektor, dari material hingga telekomunikasi, yang bisa menjadi katalis positif bagi saham-saham terkait.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua