Breaking

Bursa LQ45 2 September, DEWA dan AADI Terkoreksi

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 03 September 2026
Bursa LQ45 2 September, DEWA dan AADI Terkoreksi
Ilustrasi Perdagangan saham LQ45 2 September 2026 menunjukkan konsolidasi setelah lonjakan tajam sebelumnya. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Perdagangan saham anggota indeks LQ45 pada 2 September 2026 berlangsung konsolidatif setelah lonjakan tajam sehari sebelumnya.

Total nilai transaksi bursa turun menjadi Rp16,8 triliun dari Rp20,7 triliun pada perdagangan sebelumnya. Investor asing mencatat net jual dengan volume 5,59 miliar saham dan nilai Rp326,6 miliar.

Rasio harga berbanding laba (PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per saham. Rasio harga berbanding nilai buku (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih per saham.

PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi penurun terbesar di kelompok ini pada perdagangan 2 September, turun 2,07 persen setelah sempat menguat tipis sebelumnya.

PT Bukit Asam (PTBA) justru tetap melaju dengan kenaikan 1,87 persen, sementara PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) stagnan. Enam saham lainnya melemah dalam kisaran di bawah 2 persen.

PT Darma Henwa (DEWA) tercatat sebagai penurun terbesar di kelompok lain, turun 2,16 persen, disusul PT Amman Mineral Internasional (AMMN) yang melemah 2,06 persen dan PT United Tractors (UNTR) yang turun 2,05 persen.

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT Bumi Resources (BUMI) stagnan setelah sebelumnya melesat tajam. PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) juga melanjutkan pola datar yang biasa terjadi pada saham ini.

PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,38 kali.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua