Breaking

Bitcoin Turun 1,42 Persen Setelah Donald Trump Minta The Fed Pangkas Suku Bunga

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 05 September 2026
Bitcoin Turun 1,42 Persen Setelah Donald Trump Minta The Fed Pangkas Suku Bunga
Ilustrasi bitcoin (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga Bitcoin mengalami penurunan hari ini dari $81.000 menjadi sekitar $79.000 setelah Presiden AS Donald Trump meminta The Fed untuk memangkas suku bunga.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap dan TradingView, pergerakan harga Bitcoin secara tidak terduga berbalik arah dan melemah hari ini. Pada pukul 9:40 pagi tanggal 5 September (waktu Vietnam), setiap Bitcoin diperdagangkan di kisaran $79.582, atau mengalami penurunan sebesar 1,42% dibandingkan kemarin.

Total nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto menyusut menjadi $2,68 triliun, turun 1,19% dalam kurun waktu 24 jam. Ethereum, selaku mata uang kripto terbesar kedua di dunia, mengalami penurunan sebesar 2% dari hari sebelumnya menjadi $2.453. Adapun token lainnya seperti BNB, XRP, dan Solana masing-masing tercatat turun 0,17%, 3,14%, dan 1,59%.

Mengapa harga Bitcoin turun?

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Bitcoin beserta pasar mata uang kripto berbalik arah dan mengalami penurunan sesudah AS merilis Laporan Penggajian Non-Pertanian pada tanggal 4 September. Laporan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada pasar tenaga kerja AS di bulan Agustus dengan penambahan sebanyak 162.000 pekerjaan, di mana angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal yang sebesar 56.000 pekerjaan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump turut menyerukan kepada Federal Reserve (Fed) agar menurunkan suku bunga seusai laporan pekerjaan tersebut dirilis. "Data pekerjaan yang bagus baru saja keluar, jauh melampaui semua prediksi (kecuali prediksi saya!). Turunkan suku bunga karena ekonomi AS sekarang berada dalam posisi kredit yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya," kata Presiden Trump di Truth Social sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Presiden AS juga mengancam akan melancarkan perang dagang: "Turunkan suku bunga atau saya akan berhenti berdagang dengan negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan kami" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Ketua Fed Kevin Warsh memberikan isyarat mengenai kemungkinan menaikkan suku bunga pada bulan September saat menyampaikan pidatonya yang bernada keras di Jackson Hole.

Laporan ketenagakerjaan yang baru dirilis tersebut menjadi data penting yang mendukung pandangan pengetatan kebijakan moneter, namun angka kunci dalam keputusan The Fed dinilai terletak pada laporan CPI bulan Agustus yang dijadwalkan rilis minggu depan.

ETF Bitcoin mencatat rekor arus masuk dana.

Pada minggu ini, bertepatan dengan melonjaknya harga Bitcoin hingga menyentuh $81.000, ETF Bitcoin spot AS mencatatkan arus masuk bersih harian terbesar sejak pertengahan Januari 2026.

Merujuk pada data SoSoValue, ETF Bitcoin membukukan total arus masuk bersih mencapai $730,9 juta pada tanggal 3 September. Jumlah tersebut mencakup $454 juta yang mengalir masuk ke dana IBIT milik BlackRock, sementara dana lainnya termasuk dari Fidelity dan Grayscale juga mencatat arus masuk yang positif.

Rachael Lucas, seorang analis mata uang kripto di BTC Markets, mengutarakan bahwa besarnya volume uang yang mengalir ke ETF Bitcoin dalam satu hari menandakan bahwa investor institusional sedang mengakumulasi Bitcoin dalam jumlah yang lebih banyak.

"Fakta bahwa IBIT menyumbang sebagian besar arus kas merupakan indikasi jelas dari skala perusahaan, menunjukkan bahwa modal dialokasikan dengan tepat dan bukan sekadar taktik penentuan posisi," kata Lucas kepada The Block sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejumlah analis meyakini bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Federal Reserve Christopher Waller sebelumnya menjadi katalis makroekonomi yang sangat krusial. Walaupun pengumuman Departemen Keuangan mengenai perluasan program pembelian obligasi sempat memicu lonjakan harga pada pertengahan Agustus, para ahli berpendapat bahwa pasar tetap memerlukan sinyal makroekonomi yang lebih positif untuk mampu mencapai level yang lebih tinggi.

"Gubernur Fed Waller pada dasarnya telah memberi lampu hijau kepada pasar. Dia mengindikasikan kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah jika inflasi terus turun, yang telah mendorong saham dan meningkatkan sentimen di pasar mata uang kripto," kata Jeff Mei, CEO BTSE, kepada The Block sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua