Breaking

Laba Melonjak, Target Harga Saham BULL Naik Jadi Rp800

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 10 September 2026
Laba Melonjak, Target Harga Saham BULL Naik Jadi Rp800
Ilustrasi Saham BULL dinilai masih berpeluang menguat setelah laba semester I-2026 melonjak 618,6 persen yoy dan RHB Sekuritas menaikkan target harga. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dinilai masih mempunyai ruang untuk menguat setelah membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang semester I-2026.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli terhadap saham BULL sekaligus menaikkan target harganya menjadi Rp800 dari sebelumnya Rp760 per saham.

Analis RHB Sekuritas Arandi Nugraha Pradana mengatakan kenaikan target harga tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan laba BULL yang masih kuat. Pertumbuhan itu ditopang oleh lonjakan tarif sewa kapal tanker serta penambahan armada baru.

Dalam riset yang diterbitkan pada 9 September 2026, Arandi meningkatkan proyeksi laba BULL untuk 2026 sebesar 33 persen setelah memasukkan kinerja semester I-2026 dan akuisisi empat kapal tanker baru dalam perhitungannya.

“BULL membukukan laba bersih semester I-2026 sebesar USD58 juta, didorong oleh lonjakan tarif spot kapal tanker,” tulis Arandi dalam riset tersebut, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kinerja tersebut tercermin dari laba bersih BULL yang melonjak 618,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi USD58 juta pada semester I-2026.

Capaian tersebut telah melampaui ekspektasi RHB Sekuritas yang setara dengan 75 persen dari proyeksi setahun penuh. Angka tersebut juga berada di atas konsensus yang mencapai 79 persen.

Pendapatan BULL meningkat 84 persen yoy menjadi USD128,7 juta. Sementara itu, beban pendapatan hanya naik 23,6 persen yoy sehingga laba kotor tumbuh 243 persen yoy menjadi USD66,1 juta.

Kondisi tersebut mendorong margin laba kotor menjadi 51 persen pada semester I 2026, dibandingkan 28 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 45 persen, dari sebelumnya 12 persen pada semester I 2025.

Penguatan kinerja terutama berasal dari pendapatan kapal yang dimiliki BULL seiring dengan tingginya tarif angkutan. Lebih dari 90 persen armada BULL dioperasikan menggunakan kontrak spot, sehingga perseroan dapat relatif cepat memanfaatkan kenaikan tarif tanker.

Pada kuartal II-2026, laba bersih BULL mencapai USD44,2 juta atau meningkat 211 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).

Pendapatan tercatat naik 92,9 persen qoq menjadi USD84,8 juta, sedangkan laba kotor melonjak 157 persen qoq.

Margin laba bersih BULL juga mencapai 52 persen pada kuartal II-2026. Sementara margin laba kotor berada di level 56 persen, meningkat dari 42 persen pada kuartal I2026.

Selain pertumbuhan dari bisnis inti, BULL juga membukukan keuntungan sebesar USD2,59 juta dari akuisisi anak usaha Offshore Maritime Holdings (OMH). Perusahaan berbasis Singapura tersebut diakuisisi pada Maret 2026.

Prospek BULL turut didukung oleh ekspansi armada. Perseroan baru mendapatkan empat kapal tanker medium range dengan nilai investasi sekitar USD100 juta, yang sekitar 80 persen di antaranya dibiayai melalui utang.

Keempat kapal tersebut diperkirakan mulai memberikan kontribusi pendapatan pada semester II-2026. Hal ini berpotensi menjaga momentum pertumbuhan laba meskipun terdapat empat kapal BULL yang dijadwalkan menjalani docking pada periode yang sama.

RHB Sekuritas menilai tingginya tarif spot masih berpotensi menopang kinerja BULL pada paruh kedua 2026.

Hingga 8 September 2026, tarif spot tanker jenis dirty Aframax rute Rotterdam-Singapura rata-rata mencapai USD79.414 per hari secara year-to-date, melonjak 224 persen yoy.

RHB Sekuritas memperkirakan tarif efektif tanker BULL pada 2026 mencapai USD77.500 per hari, meningkat 62 persen yoy.

Menurut Arandi, BULL juga menunjukkan kemampuan yang lebih cepat dalam memonetisasi kenaikan tarif tanker dibandingkan sejumlah perusahaan tanker minyak dan gas (migas) di Indonesia.

Sebagian besar kapal tanker minyak BULL beroperasi di kawasan Mediterania sehingga perseroan dapat lebih cepat memperoleh manfaat dari kenaikan tarif spot terbaru.

Berdasarkan kinerja semester I-2026, BULL mencatat margin laba bersih dan return on equity (ROE) tertinggi di antara emiten tanker migas Indonesia, masing-masing sebesar 52 persen dan 27 persen.

Dari sisi valuasi, RHB Sekuritas menilai saham BULL masih tergolong menarik. Saham perseroan diperdagangkan pada price-to-earnings ratio (P/E) 3,7 kali berdasarkan estimasi 2026, atau sekitar 60 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis.

Valuasi tersebut juga sekitar 17 persen di bawah rata-rata P/E BULL selama tiga tahun terakhir berdasarkan proyeksi 2026.

RHB Sekuritas menilai valuasi saham BULL saat ini belum sepenuhnya mencerminkan prospek pertumbuhan laba perseroan, termasuk ekspansi menuju bisnis kapal tanker liquefied natural gas (LNG).

Dengan mempertahankan rekomendasi beli, RHB Sekuritas menetapkan target harga saham BULL sebesar Rp800 per saham. Target tersebut memberikan potensi kenaikan sekitar 83 persen dari level harga ketika riset diterbitkan.

Target harga itu juga telah memperhitungkan diskon environmental, social, and governance (ESG) sebesar 12 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua