Breaking

BEI Suspensi JARR dan IPAC, Satu karena Lonjakan Harga

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 11 September 2026
BEI Suspensi JARR dan IPAC, Satu karena Lonjakan Harga
Ilustrasi (sumber foto: NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan dua saham, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Era Graharealty Tbk (IPAC), pada Jumat (11/9/2026). Kedua suspensi tersebut dilakukan dengan alasan yang berbeda.

JARR disuspensi menyusul kenaikan harga kumulatif yang signifikan, sedangkan IPAC dihentikan perdagangannya sehubungan dengan rencana delisting dan go private.

BEI menghentikan sementara perdagangan saham JARR di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai 11 September 2026 hingga terdapat pengumuman lebih lanjut dari bursa.

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulis pada 10 September menjelaskan bahwa suspensi dilakukan karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar BEI, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BEI juga mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan agar selalu mencermati informasi yang disampaikan oleh perusahaan.

Sementara itu, perdagangan saham IPAC dihentikan BEI di seluruh pasar mulai sesi I Jumat, 11 September 2026. Penghentian tersebut akan berlangsung hingga terdapat pengumuman lanjutan dari BEI.

Suspensi IPAC berkaitan dengan surat perseroan nomor 132/ERA/IX/26 tanggal 7 September 2026 mengenai rencana voluntary delisting dan go private.

Manajemen IPAC menyampaikan bahwa perseroan berencana mengubah statusnya dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Keputusan tersebut diambil karena perseroan tidak lagi membutuhkan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana di masa depan.

"Mempertimbangkan hal di atas serta berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen Perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam proses voluntary delisting tersebut, APAC Investment 2 Pte Ltd akan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (VTO) terhadap 89.305.900 saham publik atau setara 9,402% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Harga VTO ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Harga tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian dalam 90 hari terakhir yang mencapai Rp173 per saham. Total nilai penawaran diperkirakan sekitar Rp22,33 miliar.

Pemegang saham publik yang tidak mengikuti VTO tetap akan memiliki saham IPAC. Namun, setelah delisting berlaku efektif, seluruh saham perseroan tidak lagi tercatat di BEI.

IPAC telah tercatat di BEI selama lebih dari 5 tahun sejak melaksanakan IPO pada 30 Juni 2021. Saat IPO, saham IPAC ditawarkan dengan harga Rp120 per saham dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp22,80 miliar.

RUPSLB yang akan membahas rencana go private dan voluntary delisting IPAC dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua