Breaking

Harga Emas Dunia Berpotensi Rebound Hari Ini, Simak Analisis Teknikalnya

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 16 September 2026
Harga Emas Dunia Berpotensi Rebound Hari Ini, Simak Analisis Teknikalnya
Ilustrasi Emas (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga emas dunia atau XAU/USD berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Secara teknikal, pergerakan harga komoditas ini memperlihatkan sinyal rebound usai mengalami penolakan di area support krusial.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan XAU/USD pada kerangka waktu harian menunjukkan rejection pada level USD4.277. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda sekaligus membuka peluang kenaikan harga emas lebih lanjut.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyampaikan bahwa penolakan di level USD4.277 diikuti oleh pembentukan Swing Low yang valid. Di samping itu, pola Bullish Engulfing juga muncul dan menandakan adanya penguatan momentum beli.

Kombinasi dari berbagai indikator teknikal tersebut menjadi fondasi bagi Dupoin Futures dalam melihat potensi kenaikan XAU/USD menuju area resistance terdekat.

Dupoin Futures mencatat bahwa rentang USD4.351 hingga USD4.363 menjadi area resistance penting yang perlu dicermati pada perdagangan hari ini. Jika momentum penguatan mampu bertahan, harga emas berpeluang besar menguji kawasan tersebut.

Pergerakan XAU/USD menuju target resistance USD4.351-USD4.363 menjadi fase krusial untuk menentukan keberlanjutan tren penguatan atau justru memicu munculnya kembali tekanan jual.

"Level USD4.277 masih menjadi area support penting. Bertahannya harga di atas level tersebut akan menjadi salah satu faktor yang mendukung skenario rebound secara teknikal," jelas Geraldo dalam analisis hariannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kendati peluang rebound teknikal terbuka, Dupoin Futures memberikan catatan bahwa kondisi fundamental emas masih dibayangi oleh sejumlah tekanan. XAU/USD secara umum masih cenderung bearish seiring meningkatnya imbal hasil Treasury AS yang berada di kisaran 5 persen.

Peningkatan yield tersebut menjadikan aset berdenominasi dolar AS semakin menarik, sekaligus memperbesar opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan hasil imbalan.

Di sisi lain, penguatan mata uang dolar AS turut menjadi faktor pembatas bagi ruang kenaikan harga emas. Saat USD menguat, harga emas yang dihitung dalam satuan dolar AS akan terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

"Karena itu, pergerakan indeks dolar AS dan Treasury yield menjadi dua faktor penting yang perlu dicermati investor dalam membaca arah XAU/USD," papar Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tingginya harga minyak dunia juga menambah kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi. Kenaikan harga sektor energi ini berpotensi memberikan tekanan lanjutan pada inflasi serta memengaruhi arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Ekspektasi kenaikan suku bunga atau skenario pertahanan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama dapat kembali menekan pergerakan harga emas.

Sebaliknya, ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah masih berpeluang memberi penopang bagi harga emas. Kondisi geopolitik yang memanas biasanya mendongkrak minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar.

"Sentimen tersebut berpotensi menahan tekanan terhadap emas yang berasal dari penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield," urai dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua