Saham Semikonduktor Pimpin Reli Global, Nasdaq Naik 1,69 Persen
JAKARTA - Deutsche Bank menyoroti rebound yang meluas di saham global setelah harga minyak mengalami penurunan dan data Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan. S&P 500 dan NASDAQ memimpin penguatan saham-saham AS, sementara STOXX 600 menguat di Eropa dan sejumlah indeks utama Asia, termasuk Nikkei dan KOSPI, bergerak naik. Saham-saham semikonduktor menjadi salah satu pendorong utama kinerja di berbagai kawasan.
Deutsche Bank menilai penurunan harga energi turut mempertahankan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi AS. S&P 500 (+1,14%) kembali menguat setelah mengalami tiga penurunan beruntun.
Saham-saham chip memimpin penguatan dengan indeks semikonduktor Philadelphia (+3,14%) mencatat salah satu kinerja outperform terbesar pada perdagangan sebelumnya. Penguatan juga terjadi secara luas di sektor teknologi, dengan NASDAQ naik +1,69%.
Di Eropa, pergerakan saham juga menunjukkan penguatan solid. Jeda pada kenaikan harga energi mendorong penguatan berbagai aset di kawasan tersebut. STOXX 600 (+0,86%) mencatat kinerja harian terbaiknya dalam lebih dari dua bulan.
Di kawasan Asia, Nikkei (+1,67%) bergerak lebih tinggi dengan dukungan pelemahan Yen. Pergerakan Asia secara keseluruhan juga lebih kuat setelah reli global pada perdagangan sebelumnya.
KOSPI (+2,59%) memimpin kenaikan regional, didorong oleh saham-saham semikonduktor yang melanjutkan reli pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, saham Tiongkok daratan juga mencatat kenaikan solid. CSI 300 (+1,05%) dan Shanghai Composite (+1,04%) sama-sama menguat tajam, sedangkan Hang Seng (+0,67%) mencatat kenaikan yang lebih moderat.
Di pasar lainnya, S&P/ASX 200 (-0,02%) nyaris tidak mengalami perubahan. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tercatat +0,14% lebih tinggi.