Proyeksi Rupiah Hari Ini Kamis 20 Agustus 2026 dan Sentimennya
JAKARTA – Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026).
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Pasar secara khusus menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai penentu arah mata uang garuda.
The Fed diperkirakan bakal bersikap kurang agresif atau less hawkish seiring melesunya sejumlah data ekonomi AS belakangan ini.
“Untuk Kamis (20/8/2026), rupiah masih berpotensi menguat, apabila dalam risalah pertemuan FOMC malam ini the Fed diharapkan memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serentetan data ekonomi AS yang lebih lemah akhir – akhir ini,” ucap Lukman sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Analis Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut ketegangan geopolitik turut membayangi pergerakan rupiah.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati dinamika antara Teheran dan Washington terkait status navigasi di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berjalan dengan pihak Iran serta memastikan Selat Hormuz tetap dapat dilalui.
“Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Iran bahwa jalur air vital tersebut masih tertutup bagi lalu lintas pelayaran,” ucap Ibrahim sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai mata uang garuda terpengaruh oleh langkah Bank Indonesia yang menahan BI-Rate di level 5,75% demi menjaga stabilitas kurs.
Langkah kebijakan tersebut diambil BI untuk memastikan stabilitas kurs rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, “Pasar menunggu FOMC Minutes untuk melihat arah kebijakan The Fed,” ujar Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk perdagangan Kamis (20/8/2026), Lukman memprediksi rupiah bergerak pada rentang Rp 17.750 – Rp 17.900 per dolar AS.
Sementara itu, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak bervariasi tetapi berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 17.840 – Rp 17.900 per dolar AS.
Adapun Geraldo mengestimasi nilai tukar rupiah akan ditransaksikan pada kisaran Rp 17.689 – Rp 17.856 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), rupiah pasar spot tercatat menguat 0,12% secara harian ke posisi Rp 17.840 per dolar AS.
Mengacu kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang rupiah juga menguat 0,06% secara harian menuju level Rp 17.844 per dolar AS.