Breaking

Rupiah Melemah ke Rp 17.750 per Dolar AS Jelang Tengah Hari Ini

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 31 Agustus 2026
Rupiah Melemah ke Rp 17.750 per Dolar AS Jelang Tengah Hari Ini
Ilustrasi Rupiah Melemah (FOTO : NET)

JAKARTA – Nilai tukar mata uang rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) tergerus pada pembukaan perdagangan awal pekan. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (31/8/2026) jam 11.10 WIB, mata uang garuda di pasar spot terperosok 0,32% menuju level Rp 17.750 per dolar AS.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Jumat (28/8), rupiah di pasar spot sempat terangkat 0,29% secara harian menuju posisi Rp 17.693 per dolar AS.

Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menjelaskan bahwa laju rupiah antara lain dipengaruhi oleh ekspektasi arah kebijakan moneter dari The Fed.

Disebutkan bahwa pada Jackson Hole Symposium, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pesan yang lebih hawkish dari ekspektasi pasar, meskipun tidak secara eksplisit memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada FOMC September. Probabilitas kenaikan fed fund rate (FFR) sebesar 25bps menjadi 4,0% melonjak dari 35,4% menjadi 57,5%, mendorong yield US Treasury 10 tahun naik ke sekitar 4,72%. Sementara DXY masih bertahan di bawah 100 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Reaction function The Fed di bawah Warsh semakin terlihat jelas. Ekonomi AS masih resilient, didukung konsumsi dan investasi bisnis yang solid, sementara kondisi finansial dinilai masih belum cukup restriktif,” ujar Rully dalam risetnya pada Senin (31/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menguraikan bahwa apresiasi nilai tukar rupiah dari kisaran Rp 18.000 per dolar AS mendekati Rp 17.800 – Rp 17.900 per dolar AS sejak awal Agustus bergerak selaras dengan meredanya ekspektasi kenaikan FFR usai rilis data tenaga kerja AS yang melesu.

“Kami memperkirakan BI akan tetap fleksibel, dengan intervensi foreign exchange (FX) dan kalibrasi kembali sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai first line of defense,” ujar Rully sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rully memaparkan, besaran BI-Rate sebesar 5,75% sudah mencukupi dalam skenario baseline. Walau demikian, BI rate di angka 6,00% tetap berpeluang menjadi plausible terminal rate jika guncangan terhadap rupiah berlangsung lebih lama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua